Share

4 Fakta Tanda-Tanda Resesi, Ekonomi Global Diprediksi Turun

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 12 Juni 2022 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 278 2609736 4-fakta-tanda-tanda-resesi-ekonomi-global-diprediksi-turun-8V1gFxRLXe.jfif Fakta tanda resesi AS. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) diprediksi mengalami resesi.

Hal ini karena Federal Reserve (The Fed) membuat langkah agresif untuk menjinakkan inflasi terpanas dalam empat dekade, menurut ekonom di Bank of America.

Berikut fakta tanda-tanda resesi yang dirangkum di Jakarta, Minggu (12/6/2022).

1. Bank Dunia

Bank Dunia memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 2,9% pada 2022. Hal ini memperingatkan bahwa banyak negara dapat jatuh ke dalam resesi karena ekonomi tergelincir ke dalam periode stagflasi yang mengingatkan pada tahun 1970-an.

Ekspansi ekonomi global diperkirakan turun menjadi 2,9% tahun ini dari 5,7% pada 2021 — 1,2 poin persentase lebih rendah dari perkiraan 4,1% pada Januari, bank yang berbasis di Washington mengatakan dalam laporan Global Economic Prospects terbaru.

Pertumbuhan diperkirakan akan melayang di sekitar level itu hingga 2023 dan 2024. Sementara inflasi tetap di atas target di sebagian besar ekonomi, kata laporan itu, menunjuk pada risiko stagflasi.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Resesi AS dan Ketidakpastian Ekonomi Global

2. Invasi Rusia ke Ukraina

Invasi Rusia ke Ukraina dan lonjakan harga komoditas yang diakibatkan telah memperparah kerusakan akibat pandemi Covid-19 yang ada pada ekonomi global.

Hal ini menurut Bank Dunia sekarang memasuki apa yang mungkin menjadi “periode pertumbuhan lemah yang berlarut-larut dan inflasi yang meningkat.

“Perang di Ukraina, penguncian di China, gangguan rantai pasokan, dan risiko stagflasi memukul pertumbuhan. Bagi banyak negara, resesi akan sulit dihindari,” kata Presiden Bank Dunia David Malpass, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (8/6/2022).

3. Respons Janet Yellen

Menteri Keuangan AS Janet Yellen menegaskan bahwa ekonomi AS tidak akan mengarah ke resesi. Tetapi, pertumbuhan ekonomi AS akan benar-benar melambat dan harga bensin tidak mungkin turun dalam waktu dekat.

"Saya tidak berpikir kita (akan) mengalami resesi. Belanja konsumen sangat kuat. Belanja investasi solid," katanya, dikutip dari Antara, Jumat (10/6/2022).

"Saya tahu orang-orang sangat kesal dan memang benar begitu tentang inflasi, tetapi tidak ada yang menunjukkan bahwa resesi sedang terjadi," sambungnya.

4. Prediksi OECD

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) ikut memangkas prediksi pertumbuhan global 2022. Namun PECD mengecilkan kemungkinan periode berkepanjangan yang disebut stagflasi.

OECD memperkirakan PDB global akan mencapai 3% pada 2022 atau penurunan peringkat 1,5 poin persentase dari proyeksi yang dilakukan pada bulan Desember.

"Invasi ke Ukraina, bersama dengan penutupan di kota-kota besar dan pelabuhan di China karena kebijakan nol-COVID, telah menghasilkan serangkaian guncangan baru yang merugikan," kata organisasi yang berbasis di Paris itu dalam prospek ekonomi terbarunya, seperti dilansir dari CNBC, Kamis (9/6/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini