Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Hidup Melejit, Harga Makanan Ringan di Jepang Melonjak 20%

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 13 Juni 2022 |20:09 WIB
Biaya Hidup Melejit, Harga Makanan Ringan di Jepang Melonjak 20%
Makanan Ringan (Foto: Thetravel)
A
A
A

JAKARTA - Harga beberapa barang di Jepang sangat jarang mengalami kenaikan. Harga makan siang favorit sekitar 500 yen atau setara Rp54.255 dan terus seperti itu sampai 2021.

Hal serupa terjadi pada harga sepatu atau pakaian, hanya sedikit berubah. Diajari untuk menabung, menabung dan menabung, dan berulang kali diperingatkan bahwa nilai rumah kami telah anjlok pada 1990-an, ketika pasar properti kolaps.

Kerugian finansial yang menyakitkan ini membuat orang tua dan yang senasib dengan mereka, tak mampu lagi menjual rumah mereka atau memperbaikinya.

Tapi ketika harga kebutuhan harian tak naik, orang-orang tidak secara aktif membelanjakan uang mereka.

Perusahaan, sebagai gantinya, meresponsnya dengan tidak menaikkan gaji, yang kemudian justru menurunkan permintaan konsumen dan harga barang lebih jauh lagi.

Ketika kita tak dapat kenaikan gaji, kita pun tidak terburu-buru untuk berbelanja terlalu sering.

Secara keseluruhan, hal-hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi negara - lingkaran setan yang telah menjebak Jepang selama beberapa dekade.

Sementara banyak bagian Asia berkembang menjadi lebih makmur, kekayaan Jepang mengalami stagnasi. Produk domestik bruto per kapita Jepang - pendapatan ekonomi per orang di negara itu - tetap berada di level yang sama sejak 1990-an.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement