Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disanksi AS-Eropa, Rusia Punya Pasar Minyak Baru di India dan China

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Selasa, 14 Juni 2022 |10:54 WIB
Disanksi AS-Eropa, Rusia Punya Pasar Minyak Baru di India dan China
Minyak dunia. (Foto: Reuters)
A
A
A

Bahkan, perusahaan kilang milik negara dan swasta China juga telah meningkatkan pembelian.

Beijing juga merupakan pembeli tunggal terbesar minyak Rusia, mengambil rata-rata 1,6 juta barel per hari, dibagi rata antara jalur pipa dan jalur laut, menurut Badan Energi Internasional pada Mei 2021.

Sementara untuk impor India masih hanya sekitar seperempat dari itu, peningkatan tajam sejak perang dimulai berpotensi menjadi sumber gesekan antara Washington dan New Delhi.

AS pun mengakui kebutuhan India akan energi yang terjangkau.

“Kami mencari sekutu dan mitra untuk tidak meningkatkan pembelian energi Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken setelah pertemuan para menteri luar negeri dan pertahanan AS dan India pada bulan April.

AS dan sekutunya di Eropa juga telah melakukan diskusi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyebut tentang langkah-langkah koordinasi mungkin membentuk kartel, untuk mencoba menetapkan batas harga minyak Rusia.

Dia memastikan enjaga minyak Rusia mengalir ke pasar global untuk mencegah harga minyak mentah, yang sudah naik 60% pada tahun ini, melonjak lebih tinggi lagi.

“Tentu saja, tujuannya adalah untuk membatasi pendapatan yang masuk ke Rusia,” bebernya.

Eropa dapat menemukan sumber alternatif untuk pembelian sekitar 60% dari ekspor minyak mentah Rusia, Rusia juga memiliki pilihan.

Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar juga ikut buka suara.

Dia menekankan tujuan negaranya dalam melakukan apa yang mereka anggap terbaik di tengah konflik yang terjadi saat ini, menjawab kritikan atas pembelian minyak dari Rusia.

“Jika India membeli minyak Rusia dianggap sebagai mendanai perang … katakan pada saya, maka membeli gas Rusia tidak mendanai perang? Mari kita sedikit seimbang,” tegasnya.

Sebagai catatan, impor minyak mentah India dari Rusia naik dari 100.000 barel per hari pada Februari menjadi 370.000 barel per hari pada April menjadi 870.000 barel per hari pada Mei.

Di mana sebagian besar dari pengiriman tersebut memindahkan minyak dari Irak dan Arab Saudi, sebagian besar dikirim ke kilang di Sika dan Jamnagar di pantai barat India.

Hingga April, minyak Rusia menyumbang kurang dari 5% dari minyak mentah yang diproses di kilang minyak Jamnagar yang dioperasikan Reliance Industries.

Tak hanya itu, impor China juga meningkat lebih lanjut tahun ini, membantu pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin mencatat surplus transaksi berjalan.

Tercatat pada ukuran perdagangan terluas, sebesar USD96 miliar untuk empat bulan yang berakhir pada April.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement