Share

Erick Thohir Minta Citilink Godok Pasar Penerbangan Bertarif Rendah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619703 erick-thohir-minta-citilink-godok-pasar-penerbangan-bertarif-rendah-NGh0EhC5b9.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Citilink Indonesia untuk membidik pasar penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) di dalam negeri.

Langkah ini lantaran pasar LCC dipandang potensial.

Kabar ini disampaikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra.

Dia mencatat pemegang saham akan memfokuskan bisnis Citilink ke pasar LCC dan Garuda membidik kelas premium untuk penerbangan domestik.

 BACA JUGA:Dampingi Wapres ke Sarinah, Erick Thohir Singgung soal Standar Produk UMKM

“Ke depan tentu saja kita akan lebih percepat pertumbuhan dari Citilink sebagai LLC karena memang tidak bisa dipungkiri lebih kencang daripada market kita adalah market LCC,” ujar Irfan dalam konferensi, Selasa (28/6/2022).

Kementerian BUMN selaku pemegang saham memang tengah memperbaiki ekosistem bisnis penerbangan pelat merah.

Erick Thohir mencatat data penerbangan saat ini didominasi oleh penumpang domestik.

Di mana, 78% penumpang yang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antar pulau. Bahkan, biaya yang dikontribusikan turis lokal mencapai Rp 1.400 triliun.

Sedangkan 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara.

“(Kontribusi) lokal turis itu mencapai Rp 1.400 triliun, sedangkan turis asing hanya 22% atau sekitar Rp 300 triliun. Kalau kita berbisnis ya jelas ini marketnya karena Indonesia juga negara kepulauan,” ujar Erick di Gedung Kementerian BUMN beberapa waktu lalu.

Pemegang saham menilai, langkah tersebut merupakan terobosan paling realistis untuk menyelamatkan industri penerbangan pelat merah. Sebab, kedua maskapai tersebut mempekerjakan setidaknya 1.300 pilot dan awak kabin serta 2.300 pegawai.

"Jadi kita patut bersyukur tinggal bagaimana mencari cara agar Garuda bisa sustainable (berkelanjutan) karena Indonesia negara kepulauan dan domestik market kuat maka harus bisa menjadi peluang,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini