Share

Beli Minyak Goreng Curah Murah Pakai PeduliLindungi, Persulit Masyarakat Miskin?

Heri Purnomo, iNews · Selasa 28 Juni 2022 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619753 beli-minyak-goreng-curah-murah-pakai-pedulilindungi-persulit-masyarakat-miskin-NpNQ0FlcLo.JPG PeduliLindungi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bima Yudistira mengatakan rencana pemerintah melakukan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan PeduliLindungi dinilai sebagai sebuah kegagalan dalam mengatur minyak goreng.

"Pembatasan ini berarti pemerintah tidak mampu mengatur minyak goreng secara menyeluruh," ujarnya kepada MNC portal, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, pembelian minyak goreng sebaiknya dibuat lebih mudah, tidak perlu pakai aplikasi dan menunjukkan KTP.

 BACA JUGA:Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi Hanya di Warung Ini, Cek Ya!

Di mana mendapatkan minyak goreng adalah hak semua masyarakat.

"Hak memperoleh minyak goreng yang murah adalah hak masyarakat, Sasaran migor juga dipertanyakan, karena masyarakat miskin membeli migor harus punya handphone yang ada internetnya jelas mempersulit akses pemenuhan kebutuhan dasar," katanya.

Bima mengatakan bahwa seharusnya pemerintah fokus terhadap rantai distribusi minyak goreng curah melalui Badam Usaha Logostik.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Baiknya pemerintah tidak perlu buat program baru, cukup fokus pada pemangkasan rantai distribusi migor curah diseluruh provinsi. Pelibatan Bulog lebih signifikan dalam mengawasi rantai distribusi dibanding mempersulit konsumen lewat syarat aplikasi," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, segera memulai transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR).

Pemerintah pun akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK.

Menko Luhut mengatakan, pemerintah melakukan upaya perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penggunaan PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat dan dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan juga kenaikan harga minyak goreng.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini