Share

4 Fakta Tarif Listrik Orang Kaya Naik 1 Juli 2022, Berikut Daftar Golongannya

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 02 Juli 2022 05:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 320 2621884 4-fakta-tarif-listrik-orang-kaya-naik-1-juli-2022-berikut-daftar-golongannya-g7jhfS7KU2.JPG PLN. (Foto: PLN)

JAKARTA - PT PLN (Persero) melakukan penyesuaian tarif listrik mulai 1 Juli 2022.

Namun, penyesuaian tarif listrik ini tak berlaku untuk semua golongan.

Hanya beberapa golongan saja yang tarif listriknya naik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan alasan penyesuaian tarif listrik hanya untuk beberapa golongan saja karena melindungi masyarakat menengah ke bawah dengan tetap memberikan subsidi listrik kepada yang berhak.

 BACA JUGA:5 Fakta Jokowi Sindir Efisiensi Pertamina dan PLN, Begini Sikap 2 BUMN Terbesar RI

Penyesuaian tarif listrik ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Dirangkum Okezone, Sabtu (2/7/2022) berikut fakta tarif listrik naik:

1. Daftar Golongan yang Naik

Penyesuaian tarif ini diberlakukan kepada golongan pelanggan Rumah Tangga berdaya mulai 3.500 VA ke atas dan golongan pemerintah yang jumlahnya sekitar 2,5 juta atau 3% dari total pelanggan PT PLN (Persero). Keseluruhannya adalah golongan pelanggan non subsidi.

"Golongan pelanggan Rumah Tangga di bawah 3.500 VA, Bisnis, dan Industri tarifnya tetap. Ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri ESDM Arifin Tasrif yang menyampaikan bahwa penerapan Tariff Adjustment ini bertujuan untuk mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan. Artinya, masyarakat yang mampu tidak lagi menerima bantuan dari Pemerintah," kata Rida.

2. Segini yang Harus Dibayar

Pelanggan rumah tangga R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70/kWh menjadi Rp1.699,53/kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000/bulan untuk pelanggan R2 dan Rp346.000/bulan untuk pelanggan R3.

Serta pelanggan pemerintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70/kWh menjadi Rp1.699,53/kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000/bulan untuk pelanggan P1 dan Rp271.000/bulan untuk pelanggan P3.

Pelanggan Pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74/kWh menjadi Rp1.522,88/kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp38,5 juta/bulan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

3. Tak Pengaruhi Ekonomi

Ekonom Indef Abra Talattov mengatakan penyesuaian tarif listrik 5 golongan 3.500 VA ke atas menunjukkan pemerintah sudah berani memberikan fleksibilitas kepada PLN melalui tarif adjustment.

"Penyesuaian tarif listrik yang berlaku pada 1 Juli tidak mengganggu perekonomian, mengingat segmen yang terkena dampak sekitar 2 juta pelanggan," ujarnya dikutip Antara.

Dia menjelaskan pelanggan R2 yang dianggap golongan mampu ini tidak terganggu dengan penyesuaian tarif listrik. Mengingat, pelanggan sudah menggunakan peralatan elektronik yang lebih mumpuni, seperti konsumsi AC lebih dari 2 unit dan rata-rata telah memiliki kendaraan roda empat.

4. Berdampak ke Bisnis Rumahan

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyarankan agar PLN dapat melakukan perincian dari penyesuaian tarif ini supaya tidak menyasar bisnis rumahan.

"Nah, bisa jadi mereka juga UMKM. Saya kira perlu ada perincian dalam teknis pelaksanaan (tariff adjustment). Saya yakin PLN mampu melakukan identifikasi karena PLN mempunya perwakilan sampai ke unit terkecil sehingga verifikasi data menjadi lebih mudah," ucap Mamit kepada MNC Portal Indonesia.

Dia berharap penyesuaian tarif ini memang memberatkan untuk pihak yang terkena dampaknya, meskipun mereka golongan menengah ke atas.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini