Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vaksinasi hingga Pengendalian Wilayah Cara Jitu Selesaikan Wabah PMK

Ikhsan Permana , Jurnalis-Rabu, 06 Juli 2022 |10:57 WIB
Vaksinasi hingga Pengendalian Wilayah Cara Jitu Selesaikan Wabah PMK
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Hewan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Makmun mengungkapkan bahwa ada tiga strategi yang dilakukan oleh Kementan untuk mengendalikan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Strategi yang pertama menurut Makmun adalah mengobati semua ternak yang sakit, semua hewan ternak yang sakit akan segera di obati.

"Kementerian pertanian sampai hari ini sudah mendistribusikan 203.000 dosis obat-obatan yang di distribusikan ke seluruh provinsi tertular, lalu sudah 2,6 juta liter disinfektan. Karena lingkungan dan lain-lain harus di disinfeksi supaya virus di alam juga hilang," kata Makmun dalam konferensi pers, dikutip Rabu (6/7/2022).

Kemudian strategi yang ke dua menurutnya adalah pengendalian lalulintas hewan ternak terutama bagi hewan ternak yang berada di wilayah zona merah.

"Harus dikendalikan lalulintasnya karena PMK ini sangat dimana-mana penyakit itu kalau ada yang sakit yang beredar pasti akan mempercepat proses penyebarannya," tambahnya.

Strategi yang terakhir yang diungkapkan oleh Makmun adalah vaksinasi, ia mengklaim sudah mendistribusikan 800.000 vaksin ke seluruh daerah tertarget.

"vaksinasi yang kita lakukan ada prioritas-prioritas, yang pertama adalah sapi bibit, karena bibit nilainya mahal dan kemudian umurnya panjang, ini harus kita jaga paling awal. Kemudian yang ke dua adalah ternak sapi perah karena ini yang sangat peka dan masa hidupnya panjang. Ke tiga tentu saja sapi-sapi indukan dan anakan,"

Makmun menjelaskan hewan ternak yang divaksin adalah ternak yang dalam kondisi sehat, apabila ternak yang sakit di vaksin, maka akan mempercepat dia sakit sehingga perlu dipastikan hewan yang divaksin merupakan ternak yang sehat.

"Bagi ternak-ternak yang sudah terpapar dan sudah sembuh, maka kita akan vaksin 6 bulan kemudian, karena kalau kita vaksin sekarang tingkat antibodinya tinggi dan jauh lebih baik daripada vaksin," ungkapnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement