Share

Kisah Matahari Department Store dulu Bersinar, Kini Menutup 13 Gerainya

Rizky Fauzan, MNC Portal · Kamis 14 Juli 2022 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 320 2629781 kisah-matahari-department-store-dulu-bersinar-kini-menutup-13-gerainya-DtIl3qveaq.jpg Matahari Departement Store (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Matahari Departemen Store dimulai sejak tahun 1958 di mana bapak Hari Dermawan mendirikan suatu perusahaan dagang yang mempromosikan toko seluas 150 meter persegi di pasar Baru Jakarta Pusat yang menjual pakaian dari usaha konveksi garment di lantai dua bangunan toko tersebut.

Toko serba ada Matahari yang pertama kali dibuka pada tahun 1972 dengan luas sekitar 150 meter persegi yang juga terletak di bilangan Pasar Baru. Dari konsentrasi penjualan pakaian-pakaian impor dan Eropa, PT Matahari mengalihkan pada pakaian-pakaian buatan lokal sejak adanya pengenaan tarif impor di tahun 1975.

Dikutip dari berbagai sumber, lantai dasar toko kecil di Pasar Baru itu digunakan untuk menjual pakaian. Lantai atas dimanfaatkan istrinya menjahit pakaian. Keduanya bahu membahu membesarkan toko kecil tersebut.

Perjuangannya ketika itu bukan saja supaya dagangan laku, tetapi juga agar tidak diusik para perusuh.

"Pasar Baru masa itu seperti Chicago di Amerika Serikat," kata Hari.

Pada masa itu banyak orang merasa terancam jiwanya, sebab lantaran begitu banyak penyamun berkeliaran di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya.

Tidak sedikit pula anggota gang yang merasa gagah kalau mengamang-amangkan golok. Apa boleh buat, pada tahun-tahun awal, roda bisnisnya hanya berlari dalam kecepatan sedang.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Lagi pula, dulu tidak bisa ngutang. Semuanya mesti dengan cash. Kalau tidak punya uang cash, you tidak bakal dapat barang," katanya.

Sosok Hari Darmawan

Pria keturunan tionghoa kelahiran Ujungpandang, 27 Mei 1940 ini memiliki bakat berbisnis yang menuntunnya.

Pendiri Matahari Department Store ini awalnya meminjam uang dengan bunga 20 persen, lalu membeli barang yang biasanya naik 30 persen. Begitu seterusnya sehingga secara pasti ia memperoleh kapital yang lumayan besar.

Mulanya ketika Hari berbisnis pakaian yang dirintis sejak usianya masih 18 tahun setelah lulus SMA. Ketika itu, ia menikahi seorang perempuan yang memiliki toko kecil serba ada di Pasar Baru dan mendapat tanggung jawab untuk mengelolanya. Seteleha dipersunting, istrinya menjahit baju di toko tersebut, ia berjualan pakaian. Sedikit demi sedikit, Hari behasil mengembangkan toko tersebut hingga bisa berekspansi pada tahun 1968.

Prinsip bisnisnya sangat sederhana. Pokoknya, asal untung sedikit dan bekerja efisien, ia jalan. Ia rela menggali laba sedikit, tetapi secara keseluruhan meraih akumulasi profit yang lumayan. Ia disiplin menggunakan dana. Laba sepuluh perak, dibelanjakan seperak.

Bisnis Hari Darmawan mulai naik daun ketika program Orde Baru mulai bergulir. Pada tahun 1972, ia membuka toko Matahari, setelah membeli toko De Zon yang sedang mengalami krisis keuangan. Hari berinisiatif memutuskan untuk membeli toko tersebut dan mengubah namanya. De Zon ternyata berarti The Sun, tanpa perlu repot memikirkan namanya, Hari memilih menggunakan nama Bahasa Indonesia dari toko tersebut. Terciptalah Matahari Department Store yang gerai pertamanya dibuka pada tahun 1956.

Itulah yang kemudian menjadi cikal bakal pertumbuhan pesat Matahari. Dari sini, Hari dengan Toko Matahari-nya, terus melebarkan sayap bisnisnya sehingga meraksasa seperti sekarang. Kepak sayap bisnis Matahari, merengkuh hampir seluruh penjuru Tanah Air.

Akhir tahun 1996, jumlah itu akan melonjak menjadi 85 toko. Total aset grup usaha retail terbesar di Indonesia tersebut kini mencapai Rp 1,025 trilyun

Asal usul nama Matahari

Ketika Bulan Ramadan datang yang ditunggu-tunggu ialah untuk menuju kemenangan yaitu, ketika hari raya Idul Fitri atau Lebaran tiba. Biasanya, untuk menyambutnya banyak orang yang berbelanja sehingga department store yang biasanya biasa-biasa saja akan tampak lebih ramai ketika sedang di bulan-bulan ini.

Merek toko ritel pakaian Matahari sudah sangat terkenal dan merambah hampir di seluruh Indonesia. Orang-orang akan berbelanja pakaian dan kebutuhan lain baik untuk diri sendiri, keluarga, atau sanak saudara.

Mengenai asal nama Matahari, Hari memberikan penjelasannya. Hari membeberkan ketika ditanya mengapa ia memilih merek matahari, bukan bulan, bintang, atau pelangi.

"Saya juga heran. Tapi, sebenarnya pikiran saya waktu itu sederhana saja. Toko yang dulu saya ambil alih, bernama De Zon. Itu artinya matahari. Saya cuma ubah bahasanya saja," kata Hari.

Tentang logo Matahari yang berwarna hijau dan merah, menurut Hari, menyangkut filosofi hidup.

Warna hijau adalah tanda kekayaan dalam makna rasa bangga dan rasa senang dalam hati. Hatinya tak pernah lekang, dan lapuk. Selalu kaya dalam pengalaman. Sedang warna satunya, yang berwarna merah, melambangkan semangat juang yang menyala-nyala.

Selama pandemi Covid-19 ini mungkin sudah sering mendengar adanya toko-toko yang terpaksa menutup gerai mereka karena terus mengalami penurunan penjualan. Ternyata hal tersebut bukan hanya dialami oleh toko-toko kecil saja tapi raksasa ritel sekelas Matahari juga termasuk yang sulit untuk bertahan.

Dirangkum dari berbagai sumber, pada tahun 2021 PT Matahari Department Store terpaksa menutup 13 gerainya dari total 147 gerai yang berada di beberapa wilayah di Indonesia.

Penjualan mereka anjlok sampai 52,3%. Penjualan kotor tahun 2020 hanya mencapai Rp8,59 triliun padahal di tahun 2019 mencapai Rp18,03 triliun sehingga kerugian perusahaan mencapai Rp823 miliar. Mereka juga terus memantau beberapa gerai untuk selanjutnya digunakan untuk mengambil keputusan terbaik.

Paling Sukses di Republik Indonesia

Namun pada 2023, Matahari memiliki visi sebagai pedagang eceran khusus mode & gaya hidup yang paling sukses di Indonesia dan juga nilai serta peluangnya di Indonesia.

Mereka akan mencapai itu dengan berfokus pada pengalaman berbelanja pelanggan dan mengubah pola pikir untuk menjadi "House of Specialists".

Disebutkan, merek-merek eksklusif Matahari telah berulangkali terpilih sebagai merek fashion terfavorit di Indonesia.

Selain itu, Matahari juga telah mengembangkan kehadirannya dalam dunia online melalui matahari.com.

Dengan perjalanan usaha yang dibangun selama puluhan tahun, Matahari menyediakan pilian fashion serta produk-produk kecantikan dan barang-barang kebutuhan rumah tanggal lainnya.

Matahari mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan berpartner dengan sekitar 700 pemasok lokal serta pemasok internasional.

Perseroan juga telah berulangkali meraih penghargaan baik nasional maupun internasional dalam segala aspek bisnisnya, yang menunjukkan reputasi baik perseroan sebagai salah satu perusahaan yang dinamis, dan terpercaya.

Penghargaan tersebut antara lain peringkat ke-3 di antara peritel Indonesia dalam Top 500 Retail Asia Pacific, Brand Asia 2018-Top 3 Most Powerful Retail Brand in Indonesia dari Nikkei BP Consulting, Inc. dan WoW Brand Award 2019-Gold Champion dari MarkPlus Inc, dan yang lainnya.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini