Share

6 Bukti Ekonomi Ketenagakerjaan RI Pulih, Tingkat Pengangguran Turun

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 26 Juli 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 320 2636540 6-bukti-ekonomi-ketenagakerjaan-ri-pulih-tingkat-pengangguran-turun-kCbkeeVP0t.jpg Menaker Ida Fauziyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor ketenagakerjaan menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sekitar 2 tahun menghadapi pandemi Covid-19.

Ida mengatakan, kondisi pemulihan perekonomian di sektor ketenagakerjaan tersebut setidaknya terlihat pada enam hal.

Pertama, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2022 mencapai 5,01%. Sumber pertumbuhan tertinggi terdapat pada sektor Industri yaitu sebesar 1,06%.

 BACA JUGA:Melayat Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah: Sosok Bersahaja dan Pekerja Keras

Kedua, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 68,08% pada tahun 2021 menjadi 69,06% pada tahun 2022.

"Ini mengindikasikan bahwa penduduk usia kerja menjadi lebih aktif untuk masuk ke dalam pasar kerja, sekaligus tanda bahwa penduduk usia kerja mulai menunjukkan optimisme terhadap perbaikan kondisi pasar kerja dalam konteks pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19," kata Ida di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Ketiga, tingkat pengangguran terbuka menurun dari 6,26% pada Februari 2021 menjadi 5,83% pada Februari 2022.

Dalam konteks ini, jumlah pengangguran karena Covid-19 menurun dari 1,62 juta orang menjadi 0,96 juta orang pada periode yang sama.

Selain itu, jumlah penduduk yang berstatus sementara tidak bekerja karena Covid-19 menurun dari 1,11 juta orang pada tahun 2021 menjadi 0,58 juta orang pada tahun 2022.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lebih jauh dia mengatakan bahwa penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja juga mengalami penurunan dari 15,72 juta orang pada tahun 2021 menjadi 9,44 juta orang pada tahun 2022.

"Kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kondisi waktu produktif (waktu bekerja) tenaga kerja Indonesia semakin membaik," ucapnya.

Keempat, jumlah penduduk bekerja bertambah 4,55 juta orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir dari 131,06 juta orang pada tahun 2021 menjadi 135,61 juta orang pada tahun 2022.

Geliat penciptaan lapangan kerja terjadi pada sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri, listrik gas dan air, konstruksi, transportasi dan pergudangan, serta akomodasi dan makan minum.

Kelima, rata-rata upah buruh di Indonesia mengalami peningkatan dari Rp2.860.630 pada tahun 2021 menjadi Rp2.892.537 pada tahun 2022.

Menurutnya, meskipun rata-rata upah buruh belum meningkat secara signifikan, namun hal ini paling tidak menunjukkan adanya perbaikan dari sisi pendapatan pekerja.

Keenam, jumlah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat terus dijaga peningkatannya selama masa pandemi dari 29,98 juta orang pada tahun 2020 menjadi 32,30 juta orang pada Mei 2022.

"Seluruh perbaikan tersebut bermuara pada menurunnya tingkat kemiskinan dari 10,14% pada Maret 2021 menjadi 9,54% pada Maret 2022. Secara nominal, jumlah penduduk miskin menurun dari 27,54 juta orang menjadi 26,16 juta orang pada periode yang sama," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini