Share

Viral Penimbunan Beras Bansos Presiden, Hotman Paris: Itu Hak JNE

Heri Purnomo, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642100 viral-penimbunan-beras-bansos-presiden-hotman-paris-itu-hak-jne-bvoJ93WQEZ.JPG Beras bansos ditimbun. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kuasa Hukum PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE), Hotman Paris Hutapea menyatakan beras bantuan sosial (bansos) yang ditimbun di tanah daerah Depok sudah hak milik JNE.

Menurutnya, beras yang sudah rusak tersebut sudah diganti oleh pihak JNE dengan meminta beras pengganti kepada pihak PT Storesend Elogiatic Indonesia (SSI) dengan memotong honor yang didapatkan dari distribusi tersebut.

"Jadi ketika beras itu rusak, kita langsung minta pengganti ke SSI, dan dari JNE langsung mengirim lagi ke penerima manfaat bantuan," katanya di Jetski Cafe, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).

 BACA JUGA:Viral Beras Bansos Presiden Dikubur di Depok, Hotman Paris: Bukan Ditimbun Melainkan Dibuang

"Artinya dari aspek hukum, karena beras pengganti sudah dikirim pakai uangnya JNE, maka beras yang rusak adalah milik dari JNE, jadi mau dikemanain, mau diapakan itu sudah hak JNE dan tidak melanggar hukum," tambahnya.

Hotman mengatakan penguburan tersebut dikarenakan beras yang rusak sudah mengendap di Gudang JNE selama satu setengah tahun dan mengalami pembusukan.

Dia menambahkan bahwa penguburan tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pihak JNE dituduh menjual belikan bantuan Presiden.

"Beras rusak sebanyak 3,4 ton itu kejadianya bulan Mei 2022 dan disimpan selama satu setengah tahun di Gudang JNE, dan itu makin lama makin rusak dan busuk, dan kemudian ada inisiatif untuk dibuang, dan kalo diedarkan di masyarakat malah disalah gunakan," jelasnya.

"Dari inisiatif itu, maka dilakukan penguburan yang mana pihak JNE melihat ada lahan, kemudian penjaganya sudah setuju dengan penguburan beras tersebut," lanjutnya.

Selanjutnya, Hotman mengatakan bahwa jumlah beras yang rusak sebanyak 3,4 ton dari jumlah keseluruhan beras sebanyak 6.199 ton.

Adapun jumlah nilai beras yang rusak yaitu senilai Rp37.000.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini