Share

Sidak Pasar, Wamendag: Harga Bahan Pokok Relatif Menurun

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 07 Agustus 2022 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 320 2643390 sidak-pasar-wamendag-harga-bahan-pokok-relatif-menurun-we63M2Pn1w.jpg Bahan Pokok (Foto: Okezone)

JAMBI – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Aurduri, Kota Jambi.

Dalam pantauannya tersebut, perkembangan harga di Pasar Aurduri menunjukkan sejumlah harga komoditas bapok relatif menurun dibandingkan bulan lalu.

“Beberapa pedagang di Pasar Aurduri menjual minyak goreng (migor) curah Rp14.000/kg. Artinya, lebih murah daripada harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000/liter atau Rp15.500/kg,” kata Wamendag Jerry, Minggu (7/8/2022).

Sedangkan harga cabai dan bawang merah mulai menampakkan tren penurunan. Ini dikarenakan bahan pokok tersebut petani di Jawa lagi panen.

“Harga cabai dan bawang merah mulai menampakkan tren penurunan. Ini merupakan efek dari beberapa daerah sentra di Jawa, khususnya Kediri dan Blitar (cabai), serta Nganjuk, Demak, dan Probolinggo (bawang merah) yang mulai memasuki masa panen,” jelas Wamendag.

Menurutnya, tren penurunan ini diprediksi masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu mendatang

Dia menambahkan, Kementerian Perdagangan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bapok secara harian melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) di 216 pasar di 90 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

"Per 5 Agustus 2022, dibandingkan bulan lalu, beberapa komoditas tercatat stabil, yaitu beras medium, beras premium, dan kedelai," ujar Jerry Aurum.

Selanjutnya, Kementerian Perdagangan juga memantau secara intensif harga migor yang masih tinggi di luar Jawa-Bali untuk memastikan implementasi kebijakan HET di seluruh Indonesia, bukan hanya Jawa-Bali.

“Tantangan logistik dalam pendistribusian migor curah menyebabkan harganya di luar Jawa-Bali belum sesuai HET. Namun, Kementerian Perdagangan akan terus memantau secara intensif bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ungkap Wamendag.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini