Share

Jelang HUT ke-77 RI , Penjual Bendera Merah Putih Banjir Pesanan hingga Raup Omzet Ratusan Juta

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 15 Agustus 2022 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 455 2648079 jelang-hut-ke-77-ri-penjual-bendera-merah-putih-banjir-pesanan-hingga-raup-omzet-ratusan-juta-xhmnefa1zl.JPG Penjual bendera merah putih banjir pesanan menjelang HUT RI ke-77. (Foto: MPI)

JAKARTA - Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI), sejumlah penjual bendera merah putih di Pasar Senen, Jakarta kebanjiran pesanan.

Permintaan tak hanya datang dari sekolahan, namun juga hotel, departemen, mal, serta pedagang kaki lima.

Salah satu penjual di Pasar Senen Jakarta bernama Syamsir (60) ini, selain menerima pesanan bendera merah putih, juga menerima pesanan berupa umbul-umbul.

 BACA JUGA:Menapaki Makam Bung Karno di Blitar Jelang HUT Ke-77 RI

Bahkan disebutnya, permintaan konsumen sudah di mulai sejak Juni 2022 lantaran jumlah yang dipesan ratusan hingga ribuan.

"Tahun ini sangat ramai sekali ya, mulai dari bulan Juni itu sudah order. Alhamdulillah pesanan pas kemerdekaan tahun ini kenaikkannya di atas 100%," ucap Syamsir saat ditemui MNC Portal Indonesia di blok III lantai 2 Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2022).

Momen HUT RI kali ini, sungguh-sungguh dia manfaatkan untuk mengembalikkan omzet yang sempat anjlok saat pandemi.

Selain berjualan di kios miliknya, Syamsir juga menjajalkan dagangannya secara online.

Pasar onlinenya pun hingga ke luar kota, bahkan keluar pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Dirinya mengaku selama 21 tahun berjualan, tahun ini merupakan tahun paling ramai. Sebab, karena momen HUT RI kali ini, dia bisa mengantongi omzet ratusan juta per harinya.

"Tahun ini apalagi mendekati kemerdekaan, satu hari itu untuk satu pelanggan saja bisa membeli 3.000 pcs bendera ukuran 80x120 cm yang dibandrol Rp20.000 per pcs. Jadi hitung saja kalau setiap pembeli itu bisa membeli ribuan pcs, sehari omzet capai puluhan hingga ratusan juta," jelas pria yang penuh semangat itu.

Pendapatan tersebut sangat berbeda sekali jika dibandingkan saat pandemi Covid-19. Dia bercerita, dulu hanya bisa mengantongi maksimal Rp3 juta sehari. Sedihnya lagi, karena permintaan sedikit, Syamsir sampai harus merumahkan 10 karyawannya.

"Sedih sekali saat pandemi Covid-19 itu, dalam sehari dapat Rp3 juta juga sudah lumayan. Acara 17-an juga kan sepi. Alhasil, saya punya 10 karyawan terpaksa dirumahkan. Tetapi, di saat itu saya nggak potong gaji karyawan (karena sewaktu-waktu butuh tenaga mereka), resikonya saya harus menomboki," tuturnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ada beberapa ukuran bendera yang dikerjakan Syamsir beserta anak buahnya. Antara lain berukuran ukuran 60×90 cm yang dibandrol Rp10.000, 120×80 cm dibandrol Rp20.000, dan 190×130 cm dibandrol Rp500.000.

Lebih lanjut Syamsir mengungkapkan, dalam menggarap pesanan bendera untuk momen Kemerdekaan RI tahun ini, ia bersama 10 karyawannya harus begadang demi memenuhi pesanan.

"Saya sekarang jam tidur juga sudah mulai tak beraturan, makanya ini suara sampai serak. Tetapi, karena banyak karyawan lembur saya kasih bonus. Dari gajinya per hari Rp150.000 sekarang saya kasih Rp300.000," kata pria asal Pisangan Baru, Jatinegara itu,

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, kios Syamsir terlihat ramai pembeli.

Satu pembeli pergi, datang lagi pembeli lainnya. Di kiosnya, Syamsir tidak hanya melayani bendera dalam jumlah banyak, tetapi juga melayani satuan.

Meskipun usianya sudah tak muda lagi, Syamsir sangat sigap melayani pembeli.

Dia menyebut hari ini merupakan hari terakhir pesanan melalui telepon untuk luar pulau Jawa.

Namun untuk yang masih di daerah Jabodetabek masih diperbolehkan untuk memesan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini