Share

WFO Mulai Marak, Sewa Kantor di CBD Jakarta Penuh?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 19 Agustus 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 470 2650560 wfo-mulai-marak-sewa-kantor-di-cbd-jakarta-penuh-sOctKSwgSD.jpg WFO Mulai Marak, Sewa Kantor Penuh? (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kebijakan work from office (WFO) dari work from home (WFH) kembali mulai marak seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Lalu dengan kebijakan WFO, membantu meningkatkan pertumbuhan transaksi sewa ruang kantor, khususnya di area CBD (Central Business Disctrict) Jakarta?

"Alhasil, sektor perkantoran masih menemui berbagai tantangan untuk bangkit, meski beberapa transaksi masih bergulir untuk relokasi dan perpanjangan masa sewa, namun untuk ekspansi ruang kantor sebagai refleksi dari pengembangan bisnis tercatat masih sangat terbatas," ujar Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat lewat keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Tak Ada Lagi WFH, Karyawan Jabodetabek WFO 100%

Jakarta Property Highlight mencatat di periode paruh pertama tahun 2022, tingkat hunian sektor perkantoran masih terus terkoreksi di kisaran 73,3%, bahkan terdapat lebih dari 90% proyek perkantoran yang terpaksa masih harus menahan kenaikan harga sewa.

Selain itu tercatat pula tidak adanya penambahan pasokan baru bagi sektor perkantoran, sama seperti semester sebelumnya. Terdapat juga dua gedung perkantoran yang pada akhirnya menghentikan operasionalnya dikarenakan proses renovasi.

"Walau dengan berbagai tantangan, pasokan gedung perkantoran tetap mengalami pertumbuhan stok ruang kantor baru sejumlah tujuh proyek hingga 2023 di mana dua di antaranya merupakan gedung yang tahun lalu sempat tertunda konstruksinya," kata Syarifah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Jakarta Property Highlight juga mencatat bahwa tren green building atau gedung perkantoran yang menerapkan konsep ESG (Environtmental, Social, and Governance) semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan tercatatnya sejumlah 76% stok gedung perkantoran baru yang akan masuk di perkantoran CBD Jakarta adalah gedung bersertifikat hijau.

Sementara itu, beberapa sektor seperti Infromation & Technology (IT), Fintech, Mining, Insurance, serta Agrobusiness saat ini menjadi penggerak transaksi utama di sektor perkantoran CBD Jakarta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini