"Anggaran subsidi jadi salah sasaran dan tidak adil. Bukan mengurangi kemiskinan, tapi justru menciptakan kesenjangan," lanjutnya.
Dia pun memprediksi kalau kuota BBM bersubsidi yang dianggarkan dalam APBN 2022 diperkirakan akan habis pada Oktober mendatang.
Apalagi harga minyak mentah masih terus naik akan mencapai USD105/barel pada akhir tahun, lebih tinggi dari asumsi makro pada Perpres 98/2022, yaitu USD100/barel.
Sedangkan nilai tukar Dolar ke Rupiah juga berada di angka Rp14.700, lebih tinggi dari asumsi sebesar Rp14.450.
Kini, dia tengah memastikan kebijakan subdisi dan kompensasi akan disesuaikan agar APBN dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.