JAKARTA – Kantor Staf Presiden mengatakan kalau penambahan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp24,17 triliun merupakan wujud perlindungan pemerintah kepada kelompok ekonomi rentan.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo berharap agar penyaluran bansos tepat sasaran.
Dia pun menyebut saat ini pemerintah sudah memperbarui data keluarga miskin pada Data Terpadu Kesejahteraan sosial (DTKS) per setiap bulan.
Sebelumnya, pembaruan DTKS dilakukan hanya sekali dalam setahun.
BACA JUGA:Harga BBM Bakal Naik, Bansos Rp2,17 Triliun Cair ke Sopir Angkot hingga Ojol
“Update data yang lebih cepat diharapkan bisa meningkatkan akurasi dan ketepatsasaran penyaluran bantuan sosial,” kata Abraham dalam keterangannya, Selasa (30/8/2022).
Abraham mengatakan, di tengah krisis global yang berdampak pada kenaikan harga pangan dan energi, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama kepada kelompok yang rentan.
Harapannya, perlindungan berupa bansos tersebut bisa menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat.