Harga-harga energi juga naik tajam dengan Eropa menemukan dirinya di pusat kejatuhan. Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus".
"Dan kami masih memiliki beberapa dampak dari pandemi COVID yang berperan dalam hal ini, dengan gangguan rantai pasokan yang ada," tambah kepala analis Jimena Blanco.
Kekeringan yang menghancurkan dan tingkat air yang rendah terkait dengan perubahan iklim di banyak bagian dunia telah memperburuk harga pangan dan energi yang tinggi.
Dari gerakan damai hingga protes kekerasan, kenaikan harga makanan pokok juga menjelaskan peningkatan ketidakpuasan sosial yang mencakup pasar negara maju dan berkembang, menurut laporan tersebut.
Mauritius, Siprus dan Ukraina telah mengalami peningkatan terbesar dalam kerusuhan sosial di kuartal ketiga dibandingkan kuartal kedua, dengan Rusia di tempat ketujuh dan Norwegia di tempat ketiga belas dari daftar.
(Zuhirna Wulan Dilla)