Share

Cerita Jokowi Semedi agar Tak Lockdown, Ekonomi RI Bisa Minus 17%

Feby Novalius, Okezone · Rabu 07 September 2022 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 320 2662832 cerita-jokowi-semedi-agar-tak-lockdown-ekonomi-ri-bisa-minus-17-naF35kBWLo.jpg Cerita Jokowi Soal Keputusan Lockdown atau Tidak saat Pandemi Covid-19. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Jokowi berbagi cerita soal kebijakan pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Dirinya pun mengaku sulit memutuskan apakah Indonesia harus lockdown atau tidak dalam menekan penyebaran Covid-19.

Jokowi mengakui bahwa pandemi membuat perubahan yang begitu luar biasa dan harus disikapi dengan cepat. Bahkan dirinya menyempatkan semedi untuk membuat suatu keputusan besar, lockdown atau tidak.

Baca Juga: Cerita Jokowi Galau soal Lockdown: Saat Itu Saya Semedi, Apa Benar Harus Melakukan Itu?

"Ekonomi kita akan seperti apa? Berakibat sosial politik seperti apa? Karena awal-awal (pandemi) hampir mungkin 70 negara semua melakukan lockdown, di kabinet sendiri 80% minta lockdown, survei rakyat minta 80% lockdown. Tapi saat itu saya semedi, saya endapkan betul apa benar harus melakukan itu?" cerita Presiden.

Dari hasil semedinya, Jokowi memutuskan agar Indonesia tidak melakukan "lockdown".

"Dan ternyata betul, kalau lockdown mungkin kita bisa minus 17%," tambah Presiden.

Baca Juga: Ekonomi Global Tak Pasti, Jokowi: Butuh Pemikiran Abu Nawas yang Kancil-Kancil Gitu

Menurutnya, Indonesia telah belajar menghadapi guncangan dan belajar mengkonsolidasikan kebijakan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga RT.

"Ormas bergabung dengan TNI/Polri, semua masyarakat bergerak, masyarakat melakukan konsolidasi. Hal seperti itu yang harus diteruskan karena perang, krisis energi, krisis pangan, dan krisis finansial. Ini yang paling bisa kita lakukan, mengkonsolidasikan dari atas sampai bawah karena saya meyakini 'landscape' politik dan ekonomi akan berubah dan bergeser ke arah mana itu yang belum diketahui," jelas Presiden.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurut Presiden Jokowi, saat ini semua negara sedang diuji kemampuannya untuk menghadapi kondisi geopolitik global yang sedang tidak jelas dan tidak bisa diperkirakan.

Dia menyebut saat kondisi geopolitik yang tidak pasti seperti sekarang ini, maka dibutuhkan pemikiran "Abu Nawas" yang cerdik dan lihai untuk hadapi krisis.

"Saya titip ke ekonom, jangan menggunakan pakem-pakem yang ada, jangan menggunakan standar yang ada karena saat ini sangat tidak normal sehingga dibutuhkan pemikiran 'Abu Nawas', yang 'kancil-kancil'," kata Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini