JAKARTA- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menggaet investor baru, untuk menjalin kerja sama membangun Jakarta menjadi kota global melalui Jakarta Investment Forum (JIF). Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, JIF bukan sekadar program untuk mencari investor, tapi juga sebuah program berskala besar dan berjangka.
“Pemprov DKI Jakarta mengundang berbagai pelaku di bidang usaha untuk melihat potensi investasi di kota ini. Investasi yang ada di Jakarta bukan saja di dalam proyek-proyek yang dilakukan oleh Pemprov DKI, tapi juga investasi untuk kegiatan usaha yang akan memberikan lapangan pekerjaan,” kata Anies dalam acara JIF 2022 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pekan lalu.
JIF 2022 diharapkan dapat membuka peluang investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), melalui kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat luas. Mempromosikan proyek potensial DKI Jakarta, memfasilitasi calon investor dalam menggali peluang bisnis dan kerja sama, serta mempertemukan calon investor dengan BUMD pemilik proyek dan pihak pemerintah terkait.
Kegiatan JIF 2022 dilengkapi pula dengan rangkaian acara diskusi pleno yang membahas isu-isu prioritas, yang terjadi secara global yang secara tidak langsung mempengaruhi iklim investasi di DKI Jakarta. Kegiatan ini digelar rutin setiap tahun oleh Jakarta Investment Centre (JIC). Dalam JIF 2022 ini, DKI Jakarta menawarkan 15 proyek infrastruktur, termasuk pembangunan ITF (Intermediate Treatment Facility untuk mengolah sampah), LRT (Light Rail Transit), dan MRT (Mass Rapid Transit).
Bertepatan dengan Urban 20 Mayors Summit
JIF 2022 digelar bertepatan dengan rangkaian acara Urban 20 Mayors Summit. Hal ini sejalan dengan peran Jakarta sebagai tuan rumah U20 Indonesia 2022, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarnegara sahabat kian terjalin. Penyelenggaraan JIF 2022 pun diharapkan dapat sinergis dan terintegrasi dengan U20 Mayor Summit yang berlangsung pada 30-31 Agustus 2022 lalu.
“JIF 2022 dilaksanakan secara terpadu dengan rangkaian acara Urban 20 Indonesia 2022 yang merupakan engagement group dari G20, untuk mendukung upaya pembangunan kota-kota global yang berketahanan dan layak huni, serta mendorong pertumbuhan kota melalui investasi,” ujar Kepala DPMPSTP Benni Aguscandra.
Secara berkesinambungan, penyelenggaraan JIF 2022 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia maupun global untuk mengambil langkah-langkah konkret mewujudkan regenerasi kota berkelanjutan dan berketahanan melalui kolaborasi dalam sektor investasi dan bisnis.
Acara JIF 2022 merupakan ajang penyelenggaraan forum investasi besar berskala internasional yang membawa nuansa regional dengan menyusun beberapa agenda strategis, seperti Plenary Discussion, Thematic Discussion One-on-One Meeting (Networking Session), Meet The Leaders, serta Project Booth.
JIF 2022 Fokus Green Investment
Jika JIF 2021 mengusung tema City of Collaboration, maka konsep JIF 2022 adalah melanjutkan tema sebelumnya. Pemprov DKI Jakarta berfokus pada investasi hijau atau green investment sebagai langkah inisiatif membangun kota berketahanan, untuk implementasi lanjutan dari inisiatif pembangunan kota berketahanan (resilient city).
JIF 2022 mengangkat tema Investing in Resilience dengan beberapa sub-tema meliputi Food Sustainable System, Waste Management, dan Public Private Partnership (PPP) Green Investment. Harapannya, Jakarta bisa menjadi kota yang berketahanan dan berkelanjutan. Pembangunan kota berketahanan ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi DKI Jakarta 2023-2026, untuk mewujudkan regenerasi kota yang berketahanan dan berkelanjutan.

JIF 2022 memfasilitasi calon investor dengan BUMD pemilik proyek dan Perangkat Daerah terkait, melalui Networking Session dan Meet the Leaders. Foto. Pemprov DKI Jakarta
JIF 2022 menawarkan berbagai proyek investasi ramah lingkungan. Sesuai dengan konsep pembangunan Jakarta masa depan sebagai kota pusat bisnis dan ekonomi berskala global, yang dapat bersaing dengan kota-kota besar lainnya di dunia.
Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre, Tona Hutauruk, menyampaikan, JIF 2022 menjadi wadah untuk mempromosikan proyek potensial DKI Jakarta. Peserta juga dapat mengeksplorasi proyek-proyek potensial Jakarta yang ditawarkan melalui Project Booth yang tersedia sepanjang acara.
“JIF 2022 ada diskusi utama dengan tema Investing in Resilience dengan menghadirkan pembicara-pembicara internasional dan nasional. JIF 2022 memfasilitasi calon investor dengan BUMD pemilik proyek dan Perangkat Daerah terkait, melalui Networking Session dan Meet the Leaders," ungkap Tona.
Bagi Pemprov DKI Jakarta, JIF 2022 memberikan kontribusi dalam menarik minat investor untuk berinvestasi di Indonesia, terutama DKI Jakarta, serta sarana promosi atas proyek-proyek ready to offer dan under preparation dengan investor, sehingga dapat menekan belanja APBD DKI Jakarta, selain meningkatkan realisasi investasi DKI Jakarta yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
(Agustina Wulandari )
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.