Share

Disebut Investor Kelas Kakap, Jesse Choi Suami Maudy Ayunda Siap Mulai Bisnis di RI

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 455 2667927 disebut-investor-kelas-kakap-jesse-choi-suami-maudy-ayunda-siap-mulai-bisnis-di-ri-QfSOJpIw8m.JPG Suami Maudy Ayunda, Jesse Choi siap mulai bisnis di Indonesia. (Foto: REKU)

JAKARTA - Suami artis Maudy Ayunda, Jesse Choi rupanya tak ingin melewatkan karir bisnisnya di Indonesia.

Di mana baru-baru ini, Jesse bergabung dengan tim kepemimpinan perusahaan startup Indonesia yang bergerak di pertukaran dan pasar kripto bernama Reku.

Dia di sana menjabat sebagai COO Reku.

Jesse diketahui merupakan lulusan Universitas Columbia, serta mantan konsultan di Bain & Company.

Lalu pernah memegang peran pemasaran senior di Thumbtack sebelum menjadi investor ekuitas swasta di Bain Capital.

Dari sana, Jesse memiliki tugas profesional di Playground Capital, Payfazz, AC Ventures, dan memperoleh gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business, sebelum kemudian bergabung dengan Reku.

Menurut Jesse, Reku adalah perusahaan yang sangat menarik di ruang yang diminati dan ketahui.

Para pendiri yang ada dan Jesse adalah pelengkap yang kuat.

"Dan secara bersama-sama, kami sepenuhnya selaras untuk membawa perusahaan ini ke visi yang kami tuju. Sumardi dan tim benar-benar memahami semua mekanisme dalam menjalankan pertukaran - mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menyiapkan teknologi dan membangun produk tercepat, paling efisien, dan paling fleksibel di pasar hingga saat ini," ujar Jesse dikutip dari keterangan resmi, Kamis (15/9/2022).

Adapun Reku juga telah memperoleh pendanaan seri A senilai USD11 juta.

Di mana startup ini dipimpin oleh AC Ventures (ACV) dengan partisipasi dari Coinbase Ventures dan Skystar Capital.

Co-founder dan CEO Reku, Sumardi Fung mengatakan, bukan rahasia lagi jika mata uang kripto telah melonjak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Meskipun terdapat beberapa kemunduran ekonomi makro, seperti pandemi dan resesi 2022, permintaan lokal tetap tangguh. Masih banyak masalah yang dihadapi oleh para pengguna mata uang kripto di Indonesia," ujar Sumardi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Pendiri dan Managing Partner AC Ventures Michael Soerijadji mengatakan, sangat antusias untuk memimpin investasi ini ke Reku.

"Dengan pengalaman pengguna yang intuitif, biaya terendah di pasar, dan tim kepemimpinan yang hebat, kami yakin Reku akan memperkuat kepemimpinannya dalam industri mata uang kripto yang dinamis di Indonesia," katanya.

Startup yang telah berdiri lebih dari lima tahun, yang menawarkan kepada penggunanya biaya terendah di pasar Indonesia ini akan menggunakan dana segar tersebut untuk menambah jumlah tim mereka.

Reku berencana menambah 50 anggota tim baru, sehingga jumlah tim mereka mencapai 80 orang.

Reku juga berencana meluncurkan inovasi baru untuk mengatasi masalah terbesar para investor crypto Indonesia, baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.

Meskipun putaran ini merupakan penggalangan dana institusional pertamanya, Reku menghasilkan nilai transaksi bruto senilai USD3 miliar pada 2021.

Platform ini dibangun sepenuhnya secara in-house, dan telah disempurnakan dalam lima tahun terakhir dengan mempertimbangkan keamanan dan ketentuan maksimum, serta telah berkembang secara eksklusif dari mulut ke mulut.

Pertukaran hanya menyediakan token yang bereputasi baik kepada para pengguna yang berarti token harus sangat kredibel dan memiliki likuiditas yang cukup untuk memberikan lapisan keamanan ekstra kepada pengguna di Reku.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini