JAKARTA – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dikabarkan bisa turun.
Hal itu karena harga minyak dunia kini berada di level USD80 per barel. Jika harga minyak nantinya USD75 per barel Pertamax akan segera turun dari harga sekarang Rp14.500 per liter.
Bahkan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan menurunkan harga Pertamax bila harga minyak menyentuh USD75 per barel.
BACA JUGA:Kenaikan BBM, Harga Lauk di Warteg Ikut Naik
Berikut fakta harga Pertamax segera turun yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (18/9/2022).
1. Penjelasan Erick Thohir
Dia mengatakan meski ada potensi penurunan harga Pertamax, tapi enggan menyinggung potensi serupa juga berlaku bagi Pertalite dan Solar yang kini mengalami kenaikan.
Menurutnya, meski harga kedua BBM subsidi itu mengalami kenaikan, namun pemerintah masih memberikan subsidi.
"Banyak yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun gimana? ya pastinya (BBM) turun. cuma yang mesti diingat, apa yang dilakukan pemerintah hari ini itu mengurangi subsidi. Jadi Pertamax, Pertalite, Solar itu yang dijual pun masih ada subsidinya," katanya.
2. Tanggapan Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masih enggan buka suara mengenai kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turun di tengah tren pelemahan harga minyak mentah.
Dia menuturkan saat ini saja Pertamax masih dijual di bawah harga keekonomian.
Berdasarkan data pemerintah, harga keekonomian Pertamax saat ini mencapai Rp15.424 per liter, sementara harga jualnya hanya sebesar Rp14.500 per liter. Maka, ada selisih sebesar Rp924 per liter yang ditanggung oleh Pertamina.
"Itu saja (harga Pertamax saat ini) masih belum keekonomian, liat saja harga (jenis bbm setara) Pertamax yang dijual kompetitor berapa," kata Nicke saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (12/9/2022).