"Kita sedang salam proses menuju ke sana, demikian juga dengan pabrikan-pabrikan yang membuat bahan baku untuk pendukung industri otomotif," katanya.
Oleh sebab itu, Kukuh mendorong adanya evaluasi dari pabrikan komponen untuk mengetahui apa-apa saja yang kurang, sehingga ke depannya dapat merumuskan langkah baru untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.
Untuk diketahui, berdasarkan data "top 20 global vehicle production 2021"yang dipaparkan Kukuh, Indonesia berada di peringkat 15 dunia dengan angka 1.121.967 unit dalam produksi kendaraan.
Di mana Indonesia kalah dari Thailand yang bisa memproduksi 1.685.705 unit. Sementara peringkat pertama ialah China dengan produksi 26.082.220 unit.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)