Share

Harga Minyak Turun 1% Setelah The Fed Umumkan Suku Bunga Naik

Antara, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2672442 harga-minyak-turun-1-setelah-the-fed-umumkan-suku-bunga-naik-ZAbQOHSKfP.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak jatuh sekitar 1% ke level terendah dalam dua minggu terakhir di perdagangan Rabu. Harga minyak tertekan setelah Federal Reserve AS memutuskan kenaikan suku bunga 75 basis poin untuk meredam inflasi yang dapat mengurangi aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November tergelincir USD1,0 atau 1,2% menjadi USD82,94 per barel di New York Mercantile Exchange, penutupan terendah sejak 7 September.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November melemah 79 sen atau 0,9% menjadi USD89,83 per barel di London ICE Futures Exchange, penyelesaian terendah sejak 8 September.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 1,5%, Brent Dibanderol USD90/Barel

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya ke kisaran 3,00-3,25 persen dan mengisyaratkan kenaikan yang lebih besar di masa mendatang. Aset-aset berisiko seperti saham dan minyak jatuh karena berita tersebut, sementara dolar menguat.

Di awal sesi, minyak naik lebih dari dua dolar AS per barel di tengah kekhawatiran tentang mobilisasi pasukan Rusia sebelum turun lebih dari satu dolar AS karena greenback yang kuat dan permintaan bensin AS yang lebih rendah.

Permintaan bensin AS selama empat minggu terakhir turun menjadi 8,5 juta barel per hari (bph), terendah sejak Februari, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Baca Juga: Jika Beli Minyak Rusia, Ini Konsekuensi yang Harus Ditanggung RI

"Titik data yang menonjol adalah melemahnya permintaan bensin yang berkelanjutan. Ini benar-benar yang menghantui pasar ini," kata Mitra Again Capital LLC, John Kilduff, dikutip dari Antara, Kamis (22/9/2022).

Sementara itu, Badan Informasi Energi AS melaporkan kenaikan 1,1 juta barel dalam stok minyak mentah pekan lalu, setengah dari perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters.

Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil 300.000 tentara cadangan untuk berperang di Ukraina dan mendukung rencana guna mencaplok bagian-bagian negara itu, mengisyaratkan bahwa dia siap untuk menggunakan senjata nuklir.

Presiden AS Joe Biden menuduh Rusia membuat ancaman "sembrono" dan "tidak bertanggung jawab" untuk menggunakan senjata nuklir.

Harga minyak melonjak ke level tertinggi multi-tahun pada Maret setelah perang Ukraina pecah. Sanksi Uni Eropa yang melarang impor minyak mentah Rusia melalui laut akan mulai berlaku pada 5 Desember.

"Sebagian besar penurunan hari ini muncul terkait dengan penguatan dolar AS dan kami masih memandang arah dolar AS jangka pendek sebagai komponen penting dalam menilai arah harga minyak jangka pendek," kata Analis Perusahaan Konsultan energi Ritterbusch and Associates.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini