Share

Pulihkan Ekonomi, Kredit Bank ke Sektor Manufaktur Meroket 446%

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 320 2678494 pulihkan-ekonomi-kredit-bank-ke-sektor-manufaktur-meroket-446-K9vvzrPW9B.jfif Kredit Perbankan Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Perbankan meningkatkan kinerjanya untuk mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kredit ke sektor-sektor yang produktif, termasuk ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan mengatakan sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, perseroan mendukung kebangkitan ekonomi nasional seiring dengan pulihnya kegiatan dunia usaha dan konsumsi masyarakat.

"Ini merupakan komitmen dari Bank Sumut untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional agar membaik dan pulih lebih cepat dari dampak pandemi. Kami akan membiayai sektor-sektor yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mengakselerasi perekonomian nasional, khususnya wilayah Sumatera Utara," ujar Rahmat, dikutip dari Antara, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman, Ada yang Flat hingga Efektif

Komitmen dukungan Bank Sumut tersebut salah satunya dengan memperbesar alokasi kredit untuk sektor-sektor produktif yang kini tumbuh cukup signifikan. Seperti halnya ke sektor manufaktur atau industri pengolahan, di akhir semester I-2022, penyaluran kredit perseroan ke sektor tersebut naik hingga 446% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor lain yang juga mengalami kenaikan adalah penyaluran kredit pada sektor konstruksi. Pertumbuhan kredit perseroan yang dialokasikan ke sektor tersebut pada akhir Juni 2022 tercatat naik 15 persen (yoy).

Baca Juga: Penandatanganan Fasilitas Pinjaman Rp200 Miliar antara Bank Sahabat Sampoerna dengan MNC Finance

"Tingginya pertumbuhan penyaluran kredit di dua sektor produktif tersebut sekaligus memunculkan optimisme perseroan terhadap perekonomian nasional yang kembali bangkit pasca-pandemi COVID-19. Kami akan terus mendukung agar sektor-sektor perekonomian yang bangkit bisa lebih terakselerasi," ujar Rahmat.

Tak hanya kepada pelaku usaha skala besar, Bank Sumut juga turut mendukung pelaku UMKM bisa kembali bangkit melalui pemberian fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), jenis kredit yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil dan mikro agar tetap mampu bertahan menghadapi dampak pandemi.

Per 30 Juni 2022, penyaluran KUR Bank Sumut mencapai Rp3,8 triliun atau naik 29 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp2,9 triliun.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Komposisi pinjaman KUR terdiri dari Rp877 miliar digunakan untuk tujuan modal kerja, dan selebihnya sebesar Rp 621 miliar untuk tujuan investasi. Dari sisi nasabah penerima, fasilitas tersebut telah disalurkan kepada 31.644 nasabah KUR atau naik sekitar 29 persen (yoy).

"Ke depan, kami akan fokus untuk tetap memberikan fasilitas KUR dalam rangka untuk memberdayakan UMKM. Sebagaimana diketahui, pelaku usaha tersebut selama ini telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional," kata Rahmat.

Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19, Bank Sumut tetap membukukan kinerja yang solid. Perseroan berhasil menorehkan performa yang baik dan terjaga. Pada akhir semester I 2022, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp345 miliar, atau tumbuh 12,4 persen (yoy).

Adapun penyaluran kredit hingga paruh pertama 2022 sebesar Rp26,36 triliun. Jumlah tersebut naik 8,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari penyaluran kredit tersebut, perseroan berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (net) di level 1,61 persen atau membaik dari periode akhir Juni 2021 di level 2,12 persen.

Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan pada pertengahan tahun 2022 sebesar Rp34,43 triliun atau naik 7,1 persen (yoy). Komposisi dana pihak ketiga terdiri dari deposito Rp13 triliun, tabungan Rp11,03 triliun, dan giro Rp10,4 triliun.

"Kami akan senantiasa menjaga kinerja yang telah dicapai oleh Bank Sumut agar selalu bisa memberikan value kepada para stakeholders kami," ujar Rahmat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini