Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Perekonomian, Perumda Pasar Jaya Revitalisasi Pasar

Karina Asta Widara , Jurnalis-Senin, 03 Oktober 2022 |16:24 WIB
Tingkatkan Perekonomian, Perumda Pasar Jaya Revitalisasi Pasar
Menyediakan Pasar yang lebih baik berdampak amat besar bagi masyarakat. Foto: Dok Instagram @perumdapasarjaya
A
A
A

JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menata kawasan pasar, yang berada di bawah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya. Penataan pasar tersebut membuat warga Jakarta yang berkunjung ke pasar, kini lebih merasakan kenyamanan dan kemudahan dengan berbagai fasilitas yang disediakan.

Kenyamanan berbelanja di pasar dirasakan langsung Endang (42). Seminggu tiga kali dirinya rutin berbelanja di Pasar Enjo, Jakarta Timur. Menurutnya, Pasar Enjo mudah dijangkau dari kediamannya di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Pasar ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti area parkir yang luas, mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan lain-lain.

"Kalau ke Pasar Enjo seringnya belanja sayur, bumbu dapur, sama buah-buahan. Lebih enak belanja di sini. Lengkap apa saja ada untuk kebutuhan harian, sama perabot rumah tangga. Tempatnya luas dan bersih. Jadi kalau belanja gampang ke kios-kios pedagang," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandaskan, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar setiap warga, sehingga fasilitasnya pun harus berkualitas, selain mampu menjaga pasokan dan harga kebutuhan pangan. Ia menyatakan hal itu pada 22 September 2022 lalu, saat meresmikan empat pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, yakni Pasar Cipinang Kebembem, Sawah Barat, Tanah Tinggi Poncol, serta Tebet Barat

Menurut Anies, menyediakan pasar yang lebih baik berdampak amat besar bagi peningkatan kesejahteraan dan transaksi perekonomian.

"Jadi, pangan inilah yang menjadi kebutuhan dasar utama terpenting, yang sekarang kita sama-sama siapkan fasilitasnya. Mudah-mudahan dengan adanya pembaharuan ini, nanti terus yang on going akan dituntaskan, sehingga pasar-pasar kita menjadi pasar yang lebih baik, rapi, lebih bersih,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gubernur Anies berharap, pasar di Jakarta bukan sekadar tempat terjadi interaksi ekonomi, tetapi juga interaksi sosial antarmasyarakat. Di pasar-pasar tradisional terdapat seni menawar yang menjadi penanda tersendiri.

“Pasar bukan hanya tempat bertemu penjual-pedagang-pembeli, tetapi tempat untuk berinteraksi antarmasyarakat. Pasar itu jangan sampai hilang, di sinilah suasana Indonesia itu terjaga. Hanya di pasar tradisional ada seni menawar,” ujarnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Tri Prasetyo mengatakan, pihaknya telah membangun dan merevitalisasi enam pasar di Jakarta. "Enam pasar tersebut yakni Pasar Sinar, Pasar Cawang Kavling, Pasar Senen Blok 3, Pasar Bidadari, Pasar Karet Belakang, dan Pasar Kramat Jati," tuturnya.

Di samping itu, Tri mengungkapkan, masih ada sepuluh pasar lagi yang masih dalam tahap proses revitalisasi, yaitu Pasar Sumur Batu, Pasar Ikan Luar Batang (Pasar Hexagon), Pasar Petojo Enclek, Pasar Jatirawasari, Pasar Kalideres, Pasar Gandaria, Pasar Kombongan, Pasar Kwitang Dalam, Pasar Cilincing, serta Pasar Perumnas Klender.

Perumda Pasar Jaya merevitalisasi pasar tidak hanya fisik bangunannya, tetapi juga fasilitas sosial dan fasilitas umumnya. Seperti perbaikan akses untuk pedagang dan pembeli, penataan zonasi tempat jualan, ruang laktasi, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), ruang klinik, pembangunan masjid atau musala, serta toilet difabel.

"Kami berharap, pembangunan pasar yang sedang dalam proses pun bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai jadwal yang sudah dibuat," kata Tri.

Selain itu, ada perbaikan berupa penguatan pondasi connecting bridge, cor parkiran, penggantian plafon, pengecatan dan perbaikan saluran air, pembangunan pos keamanan, serta perbaikan kantor pengelola (kantor pasar). Hal tersebut dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung pasar.

Hingga saat ini, Pasar Jaya juga sedang membangun pasar terpadu, di antaranya Pasar Jembatan Merah dan Pasar Senen Blok 3 di Jakarta Pusat, serta Pasar Rumput di Jakarta Selatan.

 

Perumda Pasar Jaya merevitalisasi pasar tidak hanya fisik bangunannya, tapi juga fasilitas sosial dan fasilitas umumnya. Dok. Pasar Jaya

Jakgrosir untuk Pangan Murah

Perumda Pasar Jaya pun terus berupaya menyediakan berbagai kebutuhan pangan murah bagi warga Jakarta. Salah satunya lewat Jakgrosir yang merupakan induk dari seluruh gerai pangan di masing-masing wilayah Jakarta.

Saat ini, Jakgrosir sudah ada di Kabupaten Kepulauan Seribu, yaitu di Pulau Tidung Kecil. Dengan kehadiran Jakgrosir tersebut, masyarakat bisa menikmati kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan. Tentu hal ini semakin mewujudkan kesetaraan dalam memenuhi kebutuhan pokok berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat pulau. Harganya pun sama dengan di darat dan menghemat waktu serta biaya transportasi.

Selain Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil, Perumda Pasar Jaya sudah membangun gerai pangan di empat pulau untuk memenuhi kebutuhan pangan atau sembako bagi masyarakat Kepulauan Seribu, yakni Gerai Pangan Sebira, Gerai Pangan Pramuka, Gerai Pangan Harapan, dan Gerai Pangan Panggang. Sedangkan terdapat gerai pangan masih dalam proses tahap administrasi dan pembangunan, yaitu Gerai Pangan Pari, Gerai Pangan Untung Jawa, Gerai Pangan Kelapa, serta Gerai Pangan Lancang.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Anies meninjau langsung pelaksanaan penyaluran pangan murah bersubsidi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Program pangan murah bersubsidi ini diberikan kepada 1,1 juta penerima yang dibagikan melalui 312 lokasi di seluruh Jakarta.

“Paket pangan terdiri dari beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, ikan, dan susu. Masyarakat kalau membeli di luar nilainya Rp 402 ribu. Tapi mereka hanya bayar lewat program ini Rp 126 ribu. Jadi subsidi hampir 70 persen,” tuturnya.

Anies berharap, program pangan murah bersubsidi ini dapat meringankan beban hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya di tengah kondisi kenaikan harga pangan.

“Jadi program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di pekan-pekan yang saat ini masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang cukup besar, di mana biaya-biaya mengalami peningkatan,” katanya.

Dengan demikian, masyarakat dapat terus menjalani kehidupan yang baik di Jakarta berkat kehadiran pemerintah.

“Harapannya, dengan program seperti ini, kelompok masyarakat yang memiliki daya beli rendah bisa melangsungkan kehidupan dengan baik. Pemerintah hadir membantu, meringankan. Ini ikhtiar kita di Jakarta untuk menjaga seluruh unsur masyarakat bisa tetap menjalankan penghidupannya dengan baik,” katanya.

(Karina Asta Widara )

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement