Share

RI-Singapura Perkuat Daerah Perbatasan, Cegah Penyelundupan Barang

Ikhsan Permana, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679605 ri-singapura-perkuat-daerah-perbatasan-cegah-penyelundupan-barang-FI7fq2BQzV.JPG Ilustrasi ekspor. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan sinergi dan kolaborasi dengan Singapore Police Coast Guard (SPCG) demi menjaga dan mengawasi perairan laut perbatasan Indonesia dan Singapura.

Diketahui, bahwa jalur tersebut sebagai salah satu yang paling sibuk jalur perdagangan internasional

Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani mengungkapkan bahwa sebagai wujud kerja sama, Bea Cukai gelar kegiatan Rendezvous at Sea bersama SPCG.

Kegiatan Rendezvous at Sea merupakan pertemuan antarinstansi yang dilaksanakan di laut menggunakan kapal patroli.

“Kegiatan ini untuk membahas kerja sama antara Bea Cukai dengan SPCG yang kemudian diatur dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan Standard Operating Procedures (SOP),” ujar Undani dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA:Bea Cukai Ungkap Tindak Pidana Pencucian Uang Hasil Penyelundupan Rokok Rp1 Triliun

Undani menambahkan bahwa kegiatan Rendezvous at Sea dilakukan sebagai rangkaian kerangka MoU yang telah disepakati sejak 3 Februari 2020.

Rendezvous at Sea tahun 2022 diselenggarakan di tengah laut Selat Singapura dan diikuti oleh para delegasi dari Bea Cukai dan SPCG.

Kegiatan terebut membahas kerja sama patroli terkoordinasi (coordinated patrol) yang bertujuan untuk mencegah atau membatasi kegiatan ilegal seperti penyelundupan, transnational organized crimes (TOC) terkait dengan masalah kepabeanan, dan perdagangan barang ilegal lainnya di perbatasan Indonesia dan Singapura.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

“Rendezvous at Sea tahun 2022 ini menjadi salah satu rangkaian panjang pencapaian kerja sama antara Bea Cukai dan SPCG, mulai dari penandatanganan MoU di tahun 2020, Rendezvous at Sea pertama di tahun 2021, penandatangan SOP kerja sama patroli perbatasan terkoordinasi di tahun 2022, hingga sekarang mencapai Rendezvous at Sea yang kedua di bulan September 2022,” jelas Undani.

Undani mengatakan bahwa topik pembahasan utama pertemuan tersebut adalah cara meningkatkan akses komunikasi khususnya di bidang patroli laut.

Bea Cukai dan SPCG juga membahas pertukaran informasi terkait daftar barang ilegal dari kedua negara, serta aturan pengejaran seketika atau hot pursuit di teritorial perairan masing-masing.

“Kami berharap dengan adanya pertukaran informasi yang cepat dan tepat antara Bea Cukai dan SPCG, pengawasan dan pencegahan penyelundupan di wilayah perairan di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Singapura akan sangat dimudahkan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini