JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut profesi keuangan sebagai tiang penyangga kredibilitas dan keakuratan. Dia juga membeberkan peran penting profesi keuangan dalam pembangunan ekonomi.
"Pembangunan ekonomi harus berkelanjutan. Di dalam pertemuan PBB dimana tahun 2015 dicanangkan Sustainable Development Goals atau SDGs, ada 17 cita-cita atau target agar dunia bisa menikmati dan mencapai sustainability," ujar Sri dalam Pembukaan Profesi Keuangan Expo (PKE) 2022 secara virtual pada Senin(10/10/2022).
Dia menyebutkan, 17 target ini menjadi komitmen bagi seluruh bangsa. Sustainabilitas secara ringkas dibagi menjadi tiga pilar, ketiganya untuk terintegrasikan kedalam kebijakan semua negara yang harus terus memperbaikinya.
"Pilar pertama adalah pilar sosial, lalu kedua pilar lingkungan, dan ketiga adalah pilar ekonomi. SDGs ini adalah penyempurnaan dari Millenium Development Goals yang digagas pada tahun 2000-an," ungkap Sri.
Maka dari itu, dia berpesan, perkembangan ekonomi digital dan ekonomi berkelanjutan merupakan suatu hal yang harus disambut dengan tangan terbuka dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian secara menyeluruh. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki target agar Indonesia dapat menjadi negara high income di tahun 2045.
Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut, pemerintah bersama DPR RI menyusun Rancangan Undang-Undang terkait Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK). Pengembangan dan penguatan sektor keuangan melalui RUU P2SK tersebut diharapkan dapat menghasilkan sektor keuangan yang dalam, inovatif dan efisien, inklusif dan dapat dipercaya serta lebih kuat dan stabil.
“Sebagai profesional di bidang keuangan yang berubah sangat banyak, maka Anda perlu terus membekali diri dengan pengetahuan dan ilmu yang terus berubah, terutama akibat perubahan di sektor keuangan sendiri, teknologi digital, maupun tantangan baru seperti climate change,” pesan Sri.
Tidak hanya itu, dia pun mengingatkan bahwa di masa yang akan datang profesi keuangan akan memegang peranan yang makin penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia.
"Di era digital sektor keuangan juga akan mengalami perubahan termasuk praktek-praktek kegiatan yang makin tanpa batas atau borderless. Kebutuhan akan informasi keuangan yang kredibel dan memiliki jaminan akurasi sangat penting bagi Investor dan stakeholder. Maka dari itu, peran profesi keuangan menjadi penting sebagai tiang penyangga kredibilitas dan keakuratan dalam membuat keputusan baik dalam perusahaan atau sektor keuangan," ungkap Sri.
Kemenkeu, sebut dia, akan selalu mendorong agar profesi keuangan terus berkembang. Sri pun pun berharap ke depan akan semakin banyak generasi muda yang menekuni bidang sektor keuangan dengan sofistikasi yang makin tinggi, dengan tetap memegang teguh integritas dan profesionalisme.
"Melalui PKE 2022 diharapkan menjadi jembatan mendekatkan profesi keuangan binaan Kementerian Keuangan kepada publik sehingga akan terjalin komunikasi antara praktisi dan calon pengguna jasa. Profesi keuangan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pemberian jasa, meningkatkan sinergi dan kualitas koordinasi antarorganisasi profesi keuangan, praktisi, serta regulator, dan berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi digital dan berkelanjutan," pungkas Sri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.