Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahas Ekonomi Digital, Sri Mulyani Bicara James Watt hingga Kecerdasan Buatan

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2022 |10:46 WIB
Bahas Ekonomi Digital, Sri Mulyani Bicara James Watt hingga Kecerdasan Buatan
Sri Mulyani Bahas Ekonomi Digital. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi digital menjadi salah satu faktor yang mendorong dan menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mencatat, nilai ekonomi industri digital sepanjang 2021 mencapai USD70 miliar. Angka ini bahkan akan diperkirakan meningkat mencapai USD145 miliar pada 2025.

"Kapitalisasi pasar yang terbesar saat ini di Jakarta Stock Exchange didominasi oleh perusahaan keuangan, yaitu perbankan, telekomunikasi, dan e-commerce. Top 5 dari perusahaan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teknologi dan dunia digital," ujar Sri dalam Pembukaan Profesi Keuangan Expo 2022 secara virtual di Jakarta, Senin (10/10/2022).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Kebijakan Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Dia menyebutkan, aktivitas melibatkan banyak sektor dan sumber daya. Ekonomi digital tentu tidak hanya identik dengan perusahaan startup dan e-commerce saja.

Namun, ini juga mencakup berbagai entitas yang sebelumnya sudah well-established dengan cara kerja konvensional dan sekarang beralih ke digital.

"Perbankan misalnya, meskipun sudah lama memberikan layanan berbasis internet, sekarang harus melakukan inovasi, memberikan layanan melalui platform digital. Kita semuanya pasti ingat, revolusi industri yang pertama memiliki ikon mesin uap dari James Watt, yang menjadi pemicu perubahan yang sungguh luar biasa di dalam seluruh kehidupan manusia," jelas Sri.

Baca Juga: Pesan Luhut ke Startup: Pemerintah Komit Dukung Ekonomi Digital

Tak hanya itu, Alessandro Volta, Michael Faraday, dan Thomas Alva Edison adalah para penemu di bidang kelistrikan yang menandai revolusi industri jilid kedua. Inovasi mereka telah mengakselerasi perkembangan industri dan mengubah peradaban dunia.

Di abad ke-20, revolusi industri jilid ketiga bermula dengan ditemukannya mesin hitung di masa Perang Dunia, yang menjadi alat untuk memproses data yang saat ini dikenal sebagai komputer.

"Microsoft dan Apple adalah nama yang menjadi mercusuar dari perkembangan komputer pada level berikutnya. Saat ini, kita sering berbicara soal revolusi industri jilid keempat, yang ditandai dengan internet of things, big data, dan artificial intelligence(AI)," papar Sri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement