JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus melaju membutuhkan pasokan talenta digital dalam jumlah besar dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Namun, kesenjangan antara kemampuan lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Melihat kondisi tersebut, Exabytes Indonesia memperkuat investasinya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Langkah ini diyakini menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga daya saing ekonomi digital nasional di tengah pesatnya transformasi teknologi.
Vice President & Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan mengatakan, pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman industri agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
"Pendidikan adalah fondasi dari pertumbuhan digital yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tuntutan nyata dunia digital," ujar Indra dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Exabytes baru saja menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Ciputra Surabaya. Kerja sama ini menjadi kelanjutan dari kolaborasi yang sebelumnya telah dijalin dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dan Cyber University.
Kolaborasi tersebut mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh akses terhadap program magang, kunjungan industri (company visit), serta berbagai kegiatan pengembangan karier yang dirancang agar lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.