JAKARTA - Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksi capai USD366 miliar pada 2030 serta target delapan persen untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Maka itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan 9 juta talenta digital Indonesia sebagai bagian dari agenda strategis transformasi digital nasional.
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030, sementara pasokan yang tersedia saat ini baru mencapai sekitar 3 juta orang.
Kesenjangan tersebut menunjukkan urgensi percepatan program pengembangan talenta digital secara masif dan berkelanjutan.
Nezar menambahkan, adopsi teknologi digital akan meningkatkan produktivitas bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Talenta digital kita di tahun 2030 itu dibutuhkan sekitar 12 juta orang, sementara saat ini kita baru bisa menyuplai sekitar 3 juta. Itu pun sudah dihimpun dari berbagai ekosistem yang ada. Maka, kita perlu memacu berbagai program pengembangan talenta,” kata Nezar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).
Sejak tahun 2018, pemerintah telah menjalankan Program Digital Talent Scholarship (DTS) sebagai salah satu instrumen utama pengembangan kompetensi digital nasional.
Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, profesionalisme, dan produktivitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Sasaran program DTS mencakup angkatan kerja muda, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga aparatur sipil negara (ASN).