Share

Harga Minyak Dunia Tak Pasti, BBM Batal Turun? Ini Kata Menteri ESDM

Risky Fauzan, iNews · Jum'at 14 Oktober 2022 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 14 320 2687342 harga-minyak-dunia-tak-pasti-bbm-batal-turun-ini-kata-menteri-esdm-a04t5g3hpF.jpg Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik USD 2,22 menjadi USD 96,47 per barel, naik 2,4%, setelah sempat turun pada hari sebelumnya. Harga minyak mentah AS naik USD 1,93, atau 2,2% menjadi USD 89,20 per barel.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif buka suara terkait kondisi harga minyak mentah dunia saat ini. Kendati harga minyak mentah dunia sudah di bawah USD100 per barel, Menteri Arifin belum bisa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa mengalami penurunan.

"Kita lihat dulu deh, kita belom bisa meramalkan kapan ini (harga BBM bisa turun). Kalau minyak itu balik ke misalnya USD50 - USD60 per barel kita pasti akan menyesuaikan," kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (14/10/2022).

Menteri ESDM menuturkan, harga minyak mentah dunia kian tak pasti, apalagi baru-baru ini kelompok negara penghasil minyak yakni OPEC+ memutuskan untuk memangkas produksi minyak dunia sebesar 2 juta barel per hari.

"Baru turun di US$ 85/barel, Arab sama OPEC+ mangkas produksi 2 juta barel, minyaknya overshot lagi jadi USD94 kemudian USD95, kemarin USD92, tadi naik lagi USD94, jadi ini gonjang-ganjing," tutur Menteri Arifin.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memperingatkan Arab Saudi akan adanya "konsekuensi" setelah kartel negara penghasil minyak yang dipimpin oleh negara tersebut dan Rusia mengumumkan rencana pemangkasan produksi minyak.

Menteri Arifin bilang, kemarin Amerika Serikat sudah memberikan peringatan kepada OPEC+ dan Saudi Arabia.

"Tapi ini kan OPEC+ ini ada 22 negara yang mendukung pemotongan produksi. Kalo misalnya himbauan Amerika itu bisa didengar ya kita ada harapan untuk harga minyak lebih turun. Tapi kalau dia badung yah susah," kata Menteri Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini