Share

Tips Investasi dan Rekomendasi Saham Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Anggie Ariesta, MNC Portal · Kamis 03 November 2022 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 622 2699966 tips-investasi-dan-rekomendasi-saham-usai-the-fed-naikkan-suku-bunga-NGJVC22LHu.png Tips Investasi Hadapi Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Banyak pihak menilai Amerika Serikat (AS) sudah bebas dari jurang resesi. Namun suku bunga The tetap naik 75 basis poin.

Menyikapi hal tersebut, Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, pertumbuhan ekonomi Amerika memang meningkat secara quarter to quarter karena di kuartal sebelumnya mengalami penurunan. Namun secara year on year belum pernah mengalami penurunan alias masih tumbuh positif.

"Jadi ini mungkin yang menjadi suatu pertimbangan The Fed juga semalam masih menaikkan suku bunganya 75 basis poin karena dianggap tekanannya belum cukup tinggi dari segi misalnya data ketenagakerjaan," jelas Robertus dalam Power Breakfast IDX, Kamis (3/11/2022).

Baca Juga: Pentingnya Investasi di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia, Begini Caranya

Menurut dia, The Fed masih berpatokan untuk menurunkan nilai inflasi sampai ke 2% lagi, di mana hari ini masih cukup jauh dan akan segera diumumkan yang masih di kisaran 7-8% secara yoy.

Adapun yang menekan pergerakan pasar selain tingkat suku bunga, lanjut Robertus, ketua The Fed mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan kita berhenti dulu untuk menaikkan suku bunga.

"Tapi ke depannya bakal ada kenaikan suku bunga meskipun dengan tingkat kenaikan yang tidak agresif 20-25 basis poin, tapi intinya masih akan ada kenaikan yang memberatkan pasar juga IHSG," tegas Robertus.

Baca Juga: Tren Investasi Bergeser ke Produk Berbasis ESG, Apa Itu?

Sehingga, investor dapat mengantisipasi hal tersebut berdasarkan pergerakan bank sentral negara lain. Menurut dia ini akan menjadi salah satu tren di bank sentral dunia lain termasuk Indonesia.

Bahkan, Robertus menilai bahwa inflasi Indonesia semakin menurun. Tak hanya itu, suku bunga di tahun 2023 juga lebih rendah dari yang sekarang.

Sampai dengan akhir tahun, Robertus berharap masih bisa dipertahankan, jika menyesuaikan dengan tingkat suku bunga global, mungkin penguatan mata uang dollar AS, tidak menutup kemungkinan BI menaikkan suku bunga lagi.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Bagi kreditur perbankan memang makin cuan, tapi bagi debitur dampaknya tidak kredibel karena tidak semata-semata kenaikan mata uang saja.

Untuk sektor sendiri, seiring dengan inflasi yang sudah melandai, sektor properti masih ada insentif yang disubsidi sehingga masih cukup nyaman.

Pasca pengumuman suku bunga The Fed, IHSG arahnya mungkin tidak bisa melawan sejalan dengan bursa regional. Menurut Robertus, memang November menjadi bulan banyak merahnya untuk IHSG dan menjadi kesempatan untuk akumulasi jangka pendek.

Untuk jangka panjang, ini menjadi peluang karena inflasi dan suku bunga semakin rendah.

Saham-saham pilihan Henan Putihrai yang jadi rekomendasi antara lain:

TLKM 4150 - 4350 BUY

BBRI 4450 - 4700 BUY

ADRO 3650 - 3800 BUY

ASII 6350 - 6550 BUY

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini