Share

Aksi Emiten Sepekan, ITMG Bagi-Bagi Dividen hingga Obligasi WIKA

Anggie Ariesta, MNC Portal · Minggu 06 November 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 278 2701861 aksi-emiten-sepekan-itmg-bagi-bagi-dividen-hingga-obligasi-wika-3vL91rZ8ye.jpg Aksi Emiten Selama Sepekan di BEI. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dalam sepekan perdagangan ini terdapat sejumlah aksi korporasi para emiten. Di antaranya. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang mengumumkan membagikan dividen interim senilai USD299,51 juta atau Rp4.128 per saham.

Emiten tambang batu bara tersebut akan membagikan dividen interim untuk periode tahun buku 2022 kepada pemegang sahamnya pada 22 November mendatang.

Sebelumnya, pada hari terakhir di bulan Oktober atau tepatnya Senin (31/10), PT Federal International Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai obligasi sebesar Rp1.177.000.000.000,00, terdiri dari dua seri.

Baca Juga: BEI: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Juta

Rinciannya, obligasi Seri A dengan nilai nominal Rp500.760.000.000,00 dan tingkat bunga tetap 5,00% per tahun serta jangka waktu 370 hari kalender. Obligasi Seri B dengan nilai nominal Rp676.240.000.000,00 dan tingkat bunga tetap 6,80% per tahun serta jangka waktu 36 bulan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) menyematkan peringkat idAAA (Triple A) dan AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi ini dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.

Baca Juga: Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini

Selanjutnya pada Rabu (2/11), PT Voksel Electric Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Voksel Electric Tahap I Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp250.000.000.000,00 dan tingkat bunga tetap 9,90% per tahun serta jangka waktu 370 hari. Hasil pemeringkatan dari PT Kredit Rating Indonesia untuk obligasi adalah idA- (Single A Minus) dan yang bertindak sebagai wali amanat emisi ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Pada Jumat (4/11), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI terdiri dari masing-masing 3 seri.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Rinciannya, obligasi Seri A dicatatkan dengan nilai nominal Rp479.800.000.000,00 dan tingkat bunga 9,90%, serta jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Selanjutnya Seri B dicatatkan dengan nilai nominal Rp275.230.000.000,00 dan tingkat bunga 10,50%, serta jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. Seri C dicatatkan dengan nilai nominal Rp449.850.000.000,00 dan tingkat bunga 10,90%, serta jangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi.

Sedangkan untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A dicatatkan dengan nilai nominal Rp109.325.000.000,00 serta tingkat indikasi bagi hasil 9,90% dan jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Kemudian Seri B dicatatkan dengan nilai nominal Rp140.490.000.000,00 serta tingkat indikasi bagi hasil 10,50%, dan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

Sukuk Seri C dicatatkan dengan nilai nominal Rp32.000.000.000,00 serta tingkat indikasi bagi hasil 10,90%, dan jangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi. PEFINDO memberikan peringkat idA (Single A) untuk obligasi dan idAsy (Single A Syariah) untuk sukuk mudharabah dan PT Bank Mega Tbk. bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.

Adapun total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 111 emisi dari 72 emiten senilai Rp137,87 triliun.

Dengan seluruh pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 519 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp462,19 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 126 emiten.

Untuk Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 178 seri dengan nilai nominal Rp5.131,04 triliun dan USD438,31 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp3,11 triliun.

Masih pada pekan yang sama, yaitu pada Senin (31/10), BEI meluncurkan Indeks IDX Sharia Growth. Indeks ini mengukur kinerja harga 30 saham syariah yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan baik.

Indeks IDX Sharia Growth menambah jajaran indeks saham bertema syariah yang tercatat di BEI. Saat ini terdapat 5 indeks saham syariah, yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), Jakarta Islamic Index (JII), Indeks IDX-MES BUMN 17, dan Indeks IDX Sharia Growth.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini