Share

Cerita Ngerinya Badai Ekonomi, Luhut Sebut Kondisi Semua Negara Tak Baik-Baik Saja

Heri Purnomo, MNC Portal · Senin 07 November 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 320 2702238 cerita-ngerinya-badai-ekonomi-luhut-sebut-kondisi-semua-negara-tak-baik-baik-saja-WHC8a5mjye.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - MenterI koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa kondisi dunia saat ini sedang dilanda "perfect storm" atau badai yang sempurna.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut negara superpower pun akan mengalami dampak dari adanya kondisi badai pernah perfect strom.

"Semua negara dalam kondisi tidak baik-baik saja, mulai negara maju hingga superpower sekalipun," ungkapnya melalui akun instagram pribadinya dikutip, Senin (7/11/2022).

Terlebih lagi gejolak perang dan perselisihan antar negara yang tidak pernah kita tahu kapan selesainya yang akan berdampak terhadap naiknya harga-harga komoditas.

"Hal ini sontak mempengaruhi harga-harga komoditas, ditambah kemungkinan resesi yang akan terjadi dan kemunduran menuju deglobalisasi," tulisnya.

"Belum lagi krisis kesehatan yang masih menghantui kita semua yang dapat memperparah kondisi dunia dalam beberapa waktu ke depan," tambahnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Indonesia Gelar KKT G20 di Bali

Luhut mengatakan, di tengah ketidakpastian yang dialami seluruh negara saat ini, Indonesia mendapatkan kehormatan sekaligus kesempatan menyelenggarakan KTT G20 2022 di Bali.

Dalam acara tersebut, akan hadir 19 negara anggota dan satu organisasi regional Uni Eropa yang secara kolektif merepresentaskan 65 persen penduduk dunia, 79 persen perdagangan global, dan setidaknya 85 persen perekonomian dunia.

"Kami juga mengundang negara-negara sahabat di kawasan Afrika dan negara kepulauan lainnya," tulisnya.

Oleh sebab itu, Luhut meminta izin kepada Presiden Joko Widodo untuk berangkat lebih awal ke Bali, guna meninjau kembali persiapan final acara inti KTT G20 sekaligus memastikan apa saja yang belum dan perlu untuk diselesaikan demi kelancaran acara.

Termasuk kegundahan dirinya terkait cuaca karena saat ini sudah masuk musim hujan, mengingat salah satu agenda yaitu Gala Dinner yang akan bertempat di alam terbuka, yaitu GWK Cultural Park.

"Sebagai orang yang cukup perfeksionis, saya tidak bisa tenang jika persiapan G20 ini belum 100% terlaksana," ungkap Luhut.

Luhut mengatakan, gelaran Presidensi G20 merupakan gelaran yang akan membuktikan kepada dunia atas resiliensi ekonomi bangsa terhadap krisis.

"Jika gelaran G20 ini sukses, maka nama besar Indonesia akan terangkat dan menjadi rujukan pelaksanaan event berskala internasional di tengah ketidakpastian global," katanya.

Luhut juga bilang, meskipun hal ini bukan pekerjaan yang mudah menyelenggarakan sebuah event tingkat dunia dalam kondisi yang serba sulit seperti saat ini, namun bukan juga berarti kita mempersiapkan sekedarnya saja.

Dia ingat apa yang dipesankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menterinya agar kesempatan ini bisa kita manfaatkan sebaik mungkin sehingga reputasi Indonesia diakui sebagai representasi negara berkembang di Asia Tenggara yang mampu menyelenggarakan event G20.

"Kita harus 'all out' mengerahkan semua kemampuan terbaik." Itulah pesan Presiden Joko Widodo yang terus diulang-ulang.

"Saya optimis kepercayaan itu akan semakin meningkat, karena melihat bagaimana respons dan permintaan dari dunia internasional kepada Presiden Jokowi untuk mewujudkan perdamaian dunia," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini