Share

Cara Luhut agar Kepala Daerah Tak Lagi Korupsi

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Minggu 30 Oktober 2022 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 30 320 2697228 cara-luhut-agar-kepala-daerah-tak-lagi-korupsi-b9NQSc4paZ.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan saat ini pemerintah tengah menggencarkan penggunakan e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa opeh pemerintah.

Luhut mengatakan hal tersebut bakal efektif untuk menekan kasus korupsi yang biasa dilakukan lewat proses pengadaan barang dan jasa. Namun dengan digitalisasi Luhut mengatakan transaksi lebih transparan dan bisa dimonitor.

"Dan itu ada yang mengamati, tidak ada lagi yang kepala daerah ketangkap korupsi APBD, tidak ada yang korupsi lagi, semua akan pakai e-katalog," ujar Luhut, Minggu (30/10/2022).

Disamping itu Luhut mejelaskan dengan menggunakan e-katalog ini juga akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas kepada masyarakat dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.

"Belanja pemerintah akan diarahkan menggunakan E-Katalog, ini akan menciptakan lapangan kerja dan ekonomi baru, sehingga akan mengurangi korupsi, mengurangi biaya, dan menaikan penerima negara," sambungnya.

Lebih lanjut Luhut mengatakan dengan mengoptimalkan e-katalog ini, juga menjadikan kontrol pemerintah bahwa pengadaan yang dilakukan berasal dari produk lokal.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Jadi setiap Rp400 tirliun yang bisa kita produksi, itu akan menciptakan 2 juta lapangan kerja dan memberikan pertumbuhan ekonomi 1,72%," kata Luhut.

Kepdepan pemerintah menargetkan bisa nilai yang masuk ke E-katalog bisa tembus Rp900 tirliun, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih luas lagi dan menumbuhkan ekonomi lebih besar.

"Sistem pengadaan barang dan jasa ini berjalan, sekarang sudah masuk hampir Rp900 triliun, tahun depan saya kira sudah 90% kita sudah bisa masuk kesana," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini