JAKARTA - Pemindahan IKN diyakini bisa mengatasi turunnya permukaan tanah DKI Jakarta. Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengatakan, penurunan muka tanah di Jakarta setiap tahunnya cukup siginifikan.
Penurunan permukaan tanah di Jakarta dikarenakan dua hal, pertama penyedotan air tanah yang masif. Kedua, peningkatan beban tanah.
"Pengendalian eksploitasi air tanah merupakan salah satu aspek penting dalam penurunan muka tanah di Jakarta," kata Menteri Basuki dalam pidatonya pada KTT G20: High-Level Expert and Leaders Panel on Water and Disaster, Jumat (11/10/2022).
Menurut Menteri Basuki eksploitasi air tanah itu disebabkan dari masih kurangnya penyediaan air perpipaan untuk kebutuhan rumah tangga. Namun untuk penyambungan pipa untuk mengairi air ke rumah tangga masih menyimpan gap pendanaan yang besar.
"Pasokan air ini belum cukup ke rumah-rumah, sehingga kami harus memenuhi pasokan air," kata Menteri Basuki.
Paling tidak pada tahun 2030, ditargetkan pemerintah sudah bisa melarang penyedotan air tanah di Jakarta, sambil menunggu pembangunan 3 SPAM (Sarana Penyediaan Air Minum) yang akan mengairi Jakarta. Ada SPAM Regional Jatiluhur I, SPAM Regional Karian-Serpong, serta SPAM Regional Ir. H. Djuanda/Jatiluhur II masih dalam tahap penyiapan.