Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Otorita Percepat Bangun IKN Pakai APBN Rp6,7 Triliun di 2027, Ini Proyeknya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |08:26 WIB
Otorita Percepat Bangun IKN Pakai APBN Rp6,7 Triliun di 2027, Ini Proyeknya
Otorita Percepat Bangun IKN Pakai APBN Rp6,7 Triliun di 2027, Ini Proyeknya (Foto: OIKN)
A
A
A

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) akan mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2027. OIKN mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp6,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan, dana Rp5,3 triliun dari pagu indikatif OIKN sebesar Rp6,7 triliun dalam RAPBN 2027 dialokasikan khusus untuk melanjutkan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif.

"Dari Rp6,7 triliun itu kan pagu indikatif pertama. Tapi yang Rp5,3 triliun itu untuk meneruskan (pembangunan) yudikatif legislatif yang selanjutnya. Yang lainnya untuk pengelolaan,” kata Basuki dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Pagu indikatif OIKN dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 tersebut tercatat meningkat sekitar Rp400 miliar dibandingkan pagu sebelumnya yang mencapai Rp6,3 triliun.

Basuki menjelaskan besar alokasi ini sejalan dengan target penyelesaian sejumlah infrastruktur utama IKN pada tahun 2027.

Selain untuk pembangunan fisik baru, anggaran tersebut juga mencakup kebutuhan pengelolaan dan pemeliharaan aset yang telah terbangun.

Kebutuhan pengelolaan infrastruktur IKN saat ini mencapai sekitar Rp500 miliar per tahun.

"Nilai tersebut berpotensi meningkat seiring bertambahnya aset yang diserahkan kepada OIKN dari kementerian terkait untuk dipelihara," ujarnya.

Untuk kawasan yudikatif, pembangunan fisik ditargetkan rampung pada 25 Desember 2027. Kawasan ini mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, serta Masjid Kawasan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.4 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN Sonny Alissa mengatakan progres pembangunan kawasan yudikatif ditargetkan mencapai 40 persen hingga akhir tahun ini melalui percepatan pengerjaan struktur, topping off, hingga penyelesaian arsitektural, lanskap, dan interior.

Saat ini, paket pembangunan MA dengan nilai kontrak Rp1,4 triliun telah mencapai progres 12,5 persen setelah delapan bulan pengerjaan.
Sementara paket pembangunan MK, KY, dan Masjid Kawasan memiliki nilai kontrak Rp1,65 triliun dengan progres 12,41 persen.

Sementara itu, pembangunan fisik di kawasan legislatif yang mencakup Gedung DPR, MPR, DPD, Gedung Sidang Paripurna, serta sejumlah fasilitas pendukung juga ditargetkan rampung pada Desember 2027.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement