Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadiri Pertemuan RFC, Indonesia Bahas Potensi Pencemaran Minyak di Laut

Fayha Afanin Ramadhanti , Jurnalis-Jum'at, 18 November 2022 |17:10 WIB
Hadiri Pertemuan RFC, Indonesia Bahas Potensi Pencemaran Minyak di Laut
Indonesia Bahas Potensi Pencemaran Minyak di Laut (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghadiri pertemuan tahunan Revolving Fund Committee (RFC) ke-41, yang digelar oleh Singapura selaku tuan rumah pada Rabu 16 November 2022.

RFC Meeting ke-41 ini merupakan tahun pertama Singapura menjadi pengelola dana bergulir setelah serah terima dari Malaysia pada Desember 2021.

Pada pertemuan ini, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Mugen S Sartoto mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut selaku Head of Delegation (HOD Indonesia.

Dia menyampaikan keprihatinan akan musibah kecelakaan Kapal Tanker MT Young Yong berbendera Djibouti yang kandas di jalur pipa gas Singapura, dekat Pulau Takong Kecil, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Oktober 2022 lalu.

"Kapal ini membawa muatan Sebanyak 284.429 ton minyak dan kandas di lokasi di mana terdapat jalur pipa gas bawah laut Indonesia ke Singapura sehingga perlu diperlakukan dengan penuh kehati-hatian," kata Mugen dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

BACA JUGA:Luhut Ajukan Gugatan Tuntaskan Kasus Tumpahan Minyak Montara 

Namun demikian, kata Mugen Indonesia melalui KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun sebagai Mission Coordinator/On Scene Commander telah berhasil melaksanakan evakuasi kapal ke tempat aman tanpa adanya korban maupun tumpahan minyak.

Mempertimbangkan kejadian tersebut, Mugen mengusulkan kepada ketiga Negara Pantai untuk dapat berjalan beriringan dalam menanggulangi segala potensi terjadinya tumpahan minyak di area tersebut, termasuk yang mungkin disebabkan oleh musibah Kapal Tanker MT. Young Yong, maupun potensi lain di masa depan.

“Dengan terus berkembangnya perdagangan dunia dan meningkatnya lalu lintas pelayaran, tugas untuk menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di Kedua Selat ini tentunya ikut bertambah, dan saya meyakini bahwa RFC telah terbukti berguna dan bermanfaat bagi Negara Pantai dalam penggunaan dan pemanfaatan dana tersebut,” kata Mugen.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement