Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp123,5 Triliun tapi Masyarakat Masih 'Malas' Lapor

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 19 November 2022 |12:26 WIB
Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp123,5 Triliun tapi Masyarakat Masih 'Malas' Lapor
Ilustrasi investasi bodong. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat kerugian yang dialami masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp123,5 triliun dalam kurun waktu 2018 - 2022.

Kurangnya literasi keuangan dan investasi oleh masyarakat disinyalir menjadi penyebab utama.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, bagaimanapun investasi ilegal akan tetap marak karena masih ada masyarakat Indonesia yang mau ditipu.

"Ini ada supply demand ya, supply nya itu pelaku investasi ilegal ini masih bisa berkeliaran karena demandnya masyarakat kita masih ada yang mau ikut," ujar Tongam dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya 'Darurat Kejahatan Investasi Online', Sabtu (19/11/2022).

 BACA JUGA:Ternyata Banyak Korban Investasi Bodong Pilih Tak Lapor, Kenapa?

Adapun angka kerugian Rp123,5 triliun itu adalah yang sudah masuk proses hukum, lanjut Tongam, masih ada potensi-potensi kerugian lainnya.

"Karena juga masyarakat kita tidak lapor ya, karena malu, takut diintimidasi, karena 'aduh udahlah cuma 10 juta nanti repot jadi saksi', jadi ini adalah angka yang masih proses hukum," jelas Tongam.

SWI mengungkap bahwa angka paling besar kerugian investasi ilegal justru pada 2019, sebelum pandemi.

Angka itu menurun pada 2020 - 2022 dan setelah pandemi saat ini malah naik lagi.

Hanya saja, data dari 2022 ini adalah korban dari Robot Trading yang nilainya sangat besar. Meski Robot Trading sudah dihentikan oleh SWI beberapa waktu lalu, masyarakat dinilai tidak aware.

SWI pun sudah melakukan langkah preventif. Dari SWI juga OJK secara berlanjut melakukan sosialisasi, namun menurut Tongam perlu adanya perubahan mindset dari masyarakat kita.

"Jangan sampai karena iming-iming imbal hasil tinggi akal sehatnya hilang, kegiatan investasi ilegal ini laku orang menganggap money game itu peserta pertama ikut jadi pasti berhasil gitu, jadi mindset itu harus berubah," ungkap Tongam.

Dia menyebut kalau masyarakat selama dia untung akan terus diam tapi kalau sudah rugi baru melapor.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement