Share

Bank Dunia-IMF Sanjung Indonesia Sukses Gelar KTT G20 Tersulit dalam Sejarah

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 21 November 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 320 2711764 bank-dunia-imf-sanjung-indonesia-sukses-gelar-ktt-g20-tersulit-dalam-sejarah-GbOsejBA2P.jpg Bank Dunia-IMF Apresiasi Presidensi G20 Bali. (Foto: Okezone.com/IMF)

BALI - World Bank dan International Monetary Fund (IMF) mengapresiasi penyelanggaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Kesuksesan G20 membuat posisi Indonesia patut diperhitungkan di kancah duni.

Country Director World Bank for Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan, Indonesia mampu menyelesaikan presidensi tersulit dalam sejarah G20 karena situasi geopolitik sedang memanas dan masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Well done (bagus sekali),” kata Satu Kahkonen, Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Usai KTT G20 di Bali, Sandiaga Uno: Indonesia Jadi Perhatian Negara Besar Dunia

Menurutnya, saat perang Rusia Ukraina pecah, ada pertanyaan besar apakah pertemuan G20 ini bisa terlaksana. Ada pula keraguan mungkinkah G20 mampu menghasilkan keputusan bersama.

"Hingga awal pekan sebelum puncak G20, masih banyak yang skeptis komunike bisa dibuat. Tetapi Indonesia berhasil melakukannya," ujarnya.

Pencapaian Indonesia dalam presidensi G20 kali ini bukan hal mudah. Dia menyebutnya sebagai presidensi tersulit dalam sejarah. Disebabkan baru kali ini Indonesia memegang Presidensi G20 dan dalam kondisi global yang sulit.

Baca Juga: YouTuber Inggris Dinilai Hina Batik RI, Erick Thohir: Tunjukan ke Dunia Identitas Kita

"Saya menyampaikan selamat kepada pemerintah Indonesia atas pencapaiannya dalam menyelesaikan Presidensi G20 dengan sukses," katanya.

Senada dengan Kahkonen, Senior Resident Representative for Indonesia of IMF, James P. Walsh menyampaikan penghargaan untuk pemerintah Indonesia atas terlaksananya G20 dengan baik.

"Di tengah situasi geopolitik saat ini, tidaklah mudah membangun konsensus dengan banyak negara. Selamat Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan target jumlah pergerakan wisatawan domestik sudah memecahkan 'all time record’ atau puncak tertinggi pada 2022. Pencapaian itu, menurut dia, sangat membanggakan karena justru terwujud di masa pandemi.

"Tahun ini kita memecahkan ‘all time record’ dengan lebih dari 800 juta pergerakan wisatawan domestik,” kata Sandiaga. Dia optimistis sektor pariwisata Indonesia terus bertumbuh, meski di tengah bayang-bayang resesi ekonomi global.

Dengan pencapaian tadi, Sandiaga Uno mengaku mendapat tantangan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk mendatangkan 1,4 miliar wisatawan di Tanah Air pada 2023. Kendati harus mencapai angka kunjungan turis hampir dua kali lipat dari tahun ini, Sandiaga hakul yakin dapat meraihnya. Terutama karena Covid-19 sudah terkendali dengan kian masifnya vaksinasi.

Sandiaga Uno menambahkan, sektor pariwisata akan turut mendukung target Indonesia mencapai net zero emission atau NZE. Secara bertahap, kendaraan yang mengangkut wisatawan di kawasan pariwisata bakal dialihkan ke motor listrik atau mobil listrik.

"Kami bisa menawarkan beberapa destinasi yang semula menggunakan bahan bakar fosil untuk dikonversi ke energi baru terbarukan," kata Sandiaga. Konsep transisi energi ini juga telah dibahas dalam Global Tourism Forum sebagai bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Negara-negara anggota G20 tengah menghimpun dana US$ 200 miliar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan guna menekan dampak perubahan iklim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini