Share

Harga Minyak Mentah Naik 1% Imbas Kebijakan OPEC dan Uni Eropa

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Senin 05 Desember 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 320 2720585 harga-minyak-mentah-naik-1-imbas-kebijakan-opec-dan-uni-eropa-3wcIRu6Jdr.jpg Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah naik lebih dari 1% pada perdagangan hari ini. Harga minyak dunia naik setelah negara anggota organisasi pengeskspor minyak bumi dan sekutunya (OPEC+) mempertahankan kebijakan pemangkasan mereka.

Pada saat yang sama, sejumlah kota di China mengumumkan pelonggaran pembatasan Covid-19, yang diharapkan dapat memacu permintaan bahan bakar.

Melansir Reuters, Senin (5/12/2022), minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Februari naik 1,74% di USD87,09 per barel pukul 09:25 WIB, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS tumbuh 1,72%, menjadi USD81,43 per barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama disebut OPEC+, pada Minggu lalu (4/12) sepakat untuk tetap berpegang pada rencana Oktober mereka untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari (bpd) dari November hingga 2023.

Analis mengatakan keputusan tersebut bakal sejalan dengan kebijakan Uni Eropa dan negara G7 untuk membatasi harga jual Rusia sebesar USD60 per barel.

"Keputusan tersebut mencerminkan masih akan ada ketidakpastian pasokan dan permintaan dalam beberapa bulan mendatang," kata analis ANZ Research dalam catatan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Apabila kebijakan UE diterapkan, maka kelompok negara biru tersebut diproyeksikan akan mengganti minyak mentah Rusia dengan minyak dari Timur Tengah, Afrika Barat dan Amerika Serikat, yang akan memperkuat harga minyak setidaknya dalam waktu dekat, kata wakil presiden Wood Mackenzie Ann-Louise Hittle dalam sebuah catatan .

"Harga saat ini terbebani oleh ekspektasi pertumbuhan permintaan yang lambat, meskipun ada larangan impor minyak UE untuk minyak mentah Rusia dan batasan harga G7. Penyesuaian larangan UE dan batasan harga kemungkinan akan mendukung harga sementara," kata Hittle.

Sementara itu, faktor utama yang membebani permintaan adalah kebijakan nol-Covid China. Kendati demikian, regulasi tersebut tampak mulai mereda setelah adanya gelombang protes di beberapa kota, termasuk Beijing dan Shanghai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini