Share

3 Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2023, Berikut Daftarnya

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 278 2721482 3-anak-usaha-bumn-bakal-ipo-di-2023-berikut-daftarnya-zugqHqCC25.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Tiga anak usaha BUMN bakal menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di tahun 2023. Anak usaha BUMN yang bakal melantai di bursa diantaranya PT Pertamina Geothermal Energy, Palm Co, dan PT Jasamarga Transjawa.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan, bakal membawa 3 anak usaha BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023. Disampaikannya, ada 6 fokus program BUMN pada 2023 mendatang dan tiga di antaranya merupakan IPO tiga anak usaha BUMN.

Tiga fokus lainnya, yakni, penyelesaian LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung, pengelolaan dana pensiun BUMN, dan deregulasi dan penataan peraturan menteri BUMN.

"Kami akan fokus salah satunya di energi, PGE aksi korporasi, karena potensi geothermal Indonesia mencapai 24 gigawatt. Saat ini baru 2,4 gigawatt, aset Pertamina, aset di Kemenkeu, yakni Geodipa, aset di PLN atau di private sector sendiri," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Erick menegaskan, aksi IPO ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi PGE dengan Geodipa yang ada di bawah Kemenkeu menjadi satu entitas perusahaan geothermal.

Selain itu, Kementerian BUMN juga bakal fokus pada pangan. Setelah konsolidasi PTPN berhasil dan seluruh anak usaha terkait sawit berada pada perusahaan yang sama bernama Palm Co. Entitas ini bakal mencari pendanaan di pasar modal.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

"Konsolidasi sawit PTPN di Palm co, itu hanya total 3 persen dari kelapa sawit nasional, mayoritas swasta. Inilah kenapa potensi kelapa sawit dan turunannya 80 pohon, industri, B40, sawit, hingga bahan baku make up," terangnya.

Menurutnya, penyehatan PTPN yang sudah berhasil mencatatkan laba bersih Rp4,4 triliun tidak membuat upaya pengembangan anak usaha tidak dilanjutkan. Oleh karena itu, aksi korporasi Palm Co bakal dilaksanakan.

Selain itu, Erick juga menegaskan fokus berikutnya dari BUMN yakni transportasi dan logistik. Penyelesaian LRT Jabodebek dan KCJB, serta konsolidasi seluruh transportasi Jabodetabek, seperti MRT, LRT, dan Transjakarta, jadi satu ekosistem.

Kemudian, aksi korporasi ketiga yakni PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bakal juga dilaksanakan pada 2023. Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) ini merupakan hasil konsolidasi kepemilikan seluruh tol di wilayah Trans Jawa milik Jasa Marga.

Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, anak usaha Jasa Marga tersebut bakal melakukan aksi korporasi guna membiayai pengembangan beberapa ruas tol di Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini