Akhirnya, Amanda pergi ke tanah milik keluarganya yang berjarak 50 km dari Jakarta dan berbincang dengan seorang petani bernama Misto. Dari situ, dia tahu bahwa harga pangan jadi lebih tinggi karena rantai distribusi yang panjang.
Amanda lalu memikirkan sebuah sistem distribusi yang memungkinkan produk dijual dari petani langsung kepada pembeli.
Amanda dan Misto akhirnya mengubah lahan singkong misto menjadi sebuah lahan kangkung. Hasilnya, permintaan jauh lebih tinggi dan tentu hasil yang didapatkan lebih tinggi juga jika dibandingkan dengan singkong.
Dengan sistem pre-order, awalnya mereka hanya menjual produk segar melalui Instagram dan WhatsApp. Namun, seiring dengan perkembangannya, pembelian produk bisa dilakukan melalui situs atau aplikasi Sayurbox.
Beberapa waktu kemudian, Rama Notowidigdo bergabung dengan Amanda dan membangun Sayurbox bersama. Setelah hanya muncul di Instagram, Sayurbox juga telah merambah ke website karena permintaan yang terus meningkat.