Share

Industri Hulu Migas Diprediksi Tetap Moncer

Clara Amelia, Okezone · Kamis 19 Januari 2023 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 320 2749468 industri-hulu-migas-diprediksi-tetap-moncer-5HjL1G5Kq6.jpg Industri Hulu Migas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) diprediksi akan tetap bersinar di tengah rencana transisi energi ke energi baru terbarukan (EBT).

Saat ini industri hulu migas masih memegang peranan strategis dan sangat penting dalam perekonomian nasional.

Penegasan bahwa hulu migas tetap industri yang bersinar perlu ditegaskan antara lain lewat semangat untuk mengubah pola pikir (mindset) dari business as usual menjadi business not as usual.

"Semangat itu masih harus ditambah dengan pola pikir lead to win, di mana output-nya adalah bagaimana kita bisa menang di kemudian hari,” ujar Kepala Divisi Sumber Daya Manusia SKK Migas Hudi Suryodipuro dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (19/1/2023).

BACA JUGA:Investasi Capai USD1,7 Miliar, SKK Migas Targetkan Pengeboran Eksplorasi 57 Sumur di 2023 

Pihaknya akan membuktikan dengan inisiatif-inisiatif yang akan dilakukan pada 2023. Salah satunya, inisiatif dari para pimpinan Human Resources (HR) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk melakukan rekrutmen bersama, mengambil lulusan-lulusan terbaik universitas di Indonesia untuk bergabung di industri hulu migas.

Lanjut Hudi, adalah kesiapan dari para pelaku industri hulu migas untuk mengimplementasikan kepemimpinan transformasional. ”Setelah kita mempelajari pola-pola leadership dan beragam tantangan ke depan, yang paling penting para leader yang hadir di forum ini adalah mencetak leader-leader baru di perusahaan masing-masing. Ini pesan yang sangat powerful,” lanjut Hudi.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Poin ketiga adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia hulu migas dengan fokus di berbagai kompetensi. Utamanya, meningkatkan dua kompetensi dasar seorang leader, yakni: planning & monitoring dan problem solving & decision making.

”Kalau seorang pemimpin tidak berani mengambil keputusan, itu celaka,” kata Hudi.

Selanjutnya, poin keempat, mengharapkan agar alumni forum leadership angkatan pertama menjadi the first batch dari kader-kader pimpinan industri hulu migas untuk menyambung komunikasi dan berjejaring (networking). Di antaranya, untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan terkait isu-isu aktual dalam industri hulu migas.

Terakhir, lanjut Hudi, yakni pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi. Hal itu tidak lepas dari kondisi faktual di mana saat ini kita berada di era kolaborasi di semua aspek industri hulu migas.

”Kolaborasi bukan hanya terkait isu-isu teknis, tapi juga isu non-teknis. Ini sebenarnya sudah industri hulu migas lakukan cukup lama, tapi tidak terekspose dengan baik dan benar. Jadi, ini saatnya kita bersinergi lebih baik lagi,” kata Hudi.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini