Share

Harga Emas Rebound Jadi USD1.851/Ounce

Hana Wahyuti, Jurnalis · Jum'at 17 Februari 2023 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2023 02 17 320 2766553 harga-emas-rebound-jadi-usd1-851-ounce-9Bm7V3dxQX.jpg Harga Emas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi) rebound dari level terendah lima minggu di sesi sebelumnya di dorong oleh dolar yang lebih lemah, tapi kenaikannya dibatasi karena data penjualan ritel yang lebih kuat dan tanda-tanda inflasi panas di AS memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,50 dolar AS atau 0,35% menjadi ditutup pada 1.851,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.854,90 dolar AS dan terendah di 1.836,60 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 20,10 dolar AS atau 1,08% menjadi 1.845,30 dolar AS pada Rabu (15/2/2023), setelah terdongkrak 1,90 dolar AS atau 0,10% menjadi 1.865,40 dolar AS pada Selasa (14/2/2023), dan merosot 11 dolar AS atau 0,59% menjadi 1.863,50 dolar AS pada Senin (13/2/2023).

Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis (16/2/2023) karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,03% menjadi 103,878.

Logam kuning turun tajam pada Rabu (15/2/2023) setelah data menunjukkan penjualan ritel AS tumbuh lebih kuat dari yang diharapkan pada Januari. Data tersebut, ditambah dengan pembacaan inflasi yang lebih panas dari harapan untuk bulan tersebut, memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap kaku, memberikan Fed lebih banyak dorongan untuk terus menaikkan suku bunga tahun ini.

Follow Berita Okezone di Google News

Prospek kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan rekan-rekannya yang tidak memberikan imbal hasil, karena peluang kerugian untuk memegang aset semacam itu meningkat.

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (16/2/2023) bervariasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga produsen AS untuk permintaan akhir rebound 0,7% pada Januari, kenaikan terbesar sejak Juni, setelah turun 0,2% pada Desember.

Departemen Tenaga Kerja AS lebih lanjut melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 1.000 menjadi 194.000 dalam pekan yang berakhir 11 Februari. Ini adalah minggu kelima berturut-turut klaim berada di bawah 200.000.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa izin bangunan AS yang disetujui pada Januari naik 0,1% dari Desember menjadi 1,339 juta unit.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, The Fed Philadelphia mengatakan Kamis (16/2/2023) bahwa ukuran aktivitas bisnis regionalnya turun menjadi negatif 24,3 pada Februari dari negatif 8,9 pada bulan sebelumnya, level terendah sejak pandemi COVID terburuk pada Mei 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 13,8 sen atau 0,64%, menjadi menetap pada 21,71 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 13,20 dolar atau 1,44 persen, menjadi ditutup pada 931 dolar AS per ounce.

S&P 500 membukukan 9 tertinggi baru dan 1 terendah baru, Nasdaq mencatat 90 tertinggi baru dan 58 terendah baru.

Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 11,0 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,7 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini