JAKARTA - Harga emas menurun pada akhir perdagangan Rabu. Penurunan hari ini pun memperpanjang kerugian dalam tiga sesi berturut-turut karena pasar berhati-hati menyikapi risalah pertemuan Federal Reserve.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange turun tipis USD1 atau 0,05% menjadi USD1.841,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.855,00 dan terendah di USD1.837,00.
Baca Juga: Segram Emas Antam Turun Jadi Rp1.019.000
Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, risalah rapat FOMC pada 1 Februari dirilis. Risalah menunjukkan meskipun beberapa orang ingin menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, sebagian besar peserta setuju kenaikan suku bunga 25 basis poin diperlukan, dan lebih banyak kenaikan suku bunga dibutuhkan untuk mencapai target inflasi Federal Reserve sebesar 2,0%.
Baca Juga: Harga Emas Lesu, Investor Antisipasi Hasil Kebijakan The Fed
Hampir semua pejabat The Fed juga mengamati bahwa memperlambat laju kenaikan suku bunga akan memungkinkan manajemen risiko yang tepat. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (23/2/2023).
Naiknya suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan logam mulia lainnya, mengingat hal itu memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemeribtah dan meningkatkan peluang kerugian untuk memegang emas.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 21,30 sen atau 0,97% menjadi USD21,677 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD4,70 atau 0,50% menjadi USD953,30 per ounce.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.