Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Impor Kereta Bekas Jepang Berlarut-larut, Beli Produk Lokal Harganya Selangit

Safina Asha Jamna , Jurnalis-Minggu, 02 April 2023 |04:05 WIB
4 Fakta Impor Kereta Bekas Jepang Berlarut-larut, Beli Produk Lokal Harganya Selangit
KCI impor kereta bekas 10 dari Jepang (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Persoalan impor kereta bekas Jepang PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) sampai saat ini masih belum menemui titik terang.

Direktur utama PT KAI Diediek Hartantyo mengatakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi BPKP terkait keputusan impor kereta bekas Jepang.

"Dengan demikian, apa yang menjadi catatan rapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menjadi evaluasi review oleh BPKP, sehingga pada saat ini kami PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT KAI sedang menunggu hasil review dari BPKP," kata Didiek.

Dirangkum Okezone, Minggu (2/4/2023), berikut ini adalah fakta-fakta impor kereta bekas jepang.

1. Harga kereta lokal mahal

Dirut PT KAI Didiek Hartantyo sebut harga kereta dalam negeri lebih mahal dari kereta impor. Ia mengatakan kalau harga 10 trainset kereta bekas impor dari Jepang masih lebih murah dibandingkan dengan harga 1 kereta baru dari PT INKA.

"Jadi bisa dibayangkan dengan kereta api bekas yang harganya sampai ke Indonesia bisa dioperasikan sekitar Rp1,6 miliar untuk satu kereta atau 10 trainset sekitar Rp16 miliar, dibandingkan dengan kereta baru yang satu kereta itu Rp20 miliar," ucap Didiek.

2. Dana PT KCI terbatas

Didiek sebut saat ini kemampuan PT KCI membeli kereta baru sangat terbatas dari sisi keuangan karena sempat mengalami kerugian pada saat pandemi sebesar Rp1,7 triliun di tahun 2020 dan Rp400 miliar di tahun 2021.

Sedangkan untuk membeli kereta baru dalam negeri setidaknya diperlukan investasi sekitar Rp800 juta - Rp1 triliun. Terlebih dengan adanya Public Service Obligation (PSO), keuntungan PT KCI hanya 10% saja.

3. Tarif KRL naik

Seperti diketahui, dana PT KCI saat ini sangat terbatas. Biaya operasional kereta bekas impor Jepang yang cukup besar mencapai Rp16 miliar juga dapat berdampak pada dua hal, naiknya tarif KRL atau dibebankan kepada PSO.

4. Kereta impor masih beroperasi

Direktur utama PT KAI Didiek Haryanto mengatakan kalau tim BPKP dan tim KCI telah berkunjung ke Jepang melihat kondisi KRL yang akan diimpor oleh KCI.

"Ini telah dilakukan peninjauan oleh tim BPKP dan tim KCI pada minggu lalu dan tim BPKP telah bertemu dengan tim JR East dan melihat sendiri bahwa kereta-kereta yang akan diimpor itu masih beroperasi hingga sekarang," kata Didiek.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement