JAKARTA - Harga emas berjangka menembus level psikologis USD2.000 pada akhir perdagangan, Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas dunia bangkit dari penurunan akhir pekan lalu, karena dolar AS tergelincir setelah data manufaktur AS lebih lemah dari yang diperkirakan, membuat logam kuning dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Dilansir dari Antara, Selasa (4/4/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD14,20 atau 0,71% menjadi ditutup pada USD2.000,40 per ounce.
Dolar AS jatuh pada perdagangan Senin (3/4/2023), dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,41% menjadi 102,0933 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).
Data ekonomi yang dirilis pada Senin (3/4/2023) semakin mendukung emas. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Global AS yang disesuaikan secara musiman membukukan 49,2 pada Maret, naik dari 47,3 pada Februari dan secara umum sejalan dengan perkiraan "flash" yang dirilis sebelumnya sebesar 49,3.
Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) untuk Maret berada di 46,3, turun dari angka 47,7 pada Februari dan lebih rendah dari 47,5 yang diproyeksikan oleh para ekonom.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi AS pada Februari 2023 diperkirakan pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1.844,1 miliar dolar AS, 0,1% di bawah perkiraan Januari yang direvisi sebesar 1.845,4 miliar dolar AS.
Ini adalah momen yang menggembirakan bagi emas setelah dua kuartal berturut-turut naik 9,0% karena krisis perbankan AS pada Maret mendorong lebih banyak investor menuju safe haven.
Sementara banyak yang bertaruh bahwa emas akan melonjak di atas 2.100 dolar AS di beberapa titik dalam waktu dekat untuk menetapkan tertinggi sepanjang masa, setelah hari ini kembali ke level 2.000 dolar AS lebih cepat dari yang diperkirakan.
"Emas naik setelah OPEC+ memberikan kejutan lain pada prospek keuangan global," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13,50 sen atau 0,56%, menjadi ditutup pada USD24,021 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot USD6,70 atau 0,67% menjadi menetap pada USD996,40 per ounce.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.