Akibat kebocoran gas hidrogen, lanjut Taufik, pipa mengeluarkan semburan api dan menyebabkan ledakan yang keras. Dia mengaku, ledakan tersebut dengan radius satu kilometer (Km) sehingga berdampak pada warga sekitar.
"Kebocoran tersebut diikuti flash serta menyebabkan getaran dan dentuman keras, data terakhir itu dirasakan sampai radius satu kilometer yang terdampak di perumahan warga," kata dia.
Pada saat ledakan terjadi, Emergency Shut Down System (ESDS) mulai berfungsi sehingga petugas dua unit Hydrocracker (HCU) di Kilang Dumai dimatikan (shut down).
Di saat bersamaan, petugas Pertamina di lapangan melakukan pemadaman dan pendinginan. Tercatat, pada pukul 22.51 api berhasil dipadamkan petugas.
"Kemudian dilakukan pemadaman dan pendinginan. Dan Alhamdulillah rekan-rekan lapangan koordinasi berjalan baik. Sehingga, 22.51 api berhasil padam dan evaluasi lanjut jam 23.30 itu kondisi dinyatakan aman," tutur Taufik.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.