JAKARTA – Mengenal Jiaozi uang kertas pertama di dunia. Apakah Anda tahu seperti apa mata uang kertas pertama di dunia? Diketahui uang kertas pertama di dunia memiliki nama Jiaozi.
Melansir Guinnes World Record, Jumat (14/4/2023), Jiaozi ini ditemukan di daratan China pada tahun 997 Masehi.
Di mana cikal bakal uang kertas adalah "Uang Terbang". Uang terbang tersebut kerap digunakan oleh para pedagang kaya dan pejabat pemerintah pada masa Dinasti Tang di Tiongkok (618-907 Masehi).
Bisa dibilang uang terbang ini merupakan dokumen yang setara dengan wesel bank masa kini, yang memungkinkan seseorang untuk menyetor uang kepada pejabat setempat dengan imbalan kuitansi kertas.
Nah kuitansi kertas tersebut dapat digunakan untuk menebus dengan jumlah uang yang sama di tempat lain. Kendati demikian pada saat itu, uang terbang ini tak dapat ditukarkan antar individu dan juga tidak tersedia bagi masyarakat umum.
Melansir laman resmi BI, seiring berjalannya waktu, muncul lah mata uang kertas pertama yang kita kenal dan pahami seperti saat ini, yaitu surat promes atau dikenal Jiaozi. Di mana Jiaozi ini dicetak oleh sekelompok pemerintahan kaisar Zhenzong (997-1022 M) di Tiongkok pada masa Dinasti Song (960-1279 M).
Berbeda dengan uang terbang, uang Jiaozi yang boleh digunakan untuk masyarakat umum ini bisa ditukar dengan uang koin atau antar individu.
Memang pada awalnya Jiaozi populer, tetapi pada akhirnya mata uang tersebut digantikan dengan catatan Huizi. Dikarenakan beberapa dekade pemerintah di China mengalami masalah inflasi.
Huizi dicetak pada masa kepemimpinan Dinasti Song (960-1279 M) oleh pemerintah melalui percetakan resmi. Setiap catatan Huizi ini kira-kira setara dengan selembar kertas A4 dan ada gambar pastoral. Dicetak dari lempengan tembaga, di bawah Huizi juga disertai ancaman peringatan jika sewaktu-waktu ada pemalsu.
Huizi dihiasi dengan denominasi tulisan tangan serta perangko tinta merah untuk menunjukkan keasliannya. Akan tetapi, seiring dengan penggunaan uang kertas, China juga mengalami krisis keuangan yang cukup parah. Di mana hal ini membuat negara ini menghilangkan uang kertas secara menyeluruh pada 1455 setelah lebih dari 500 tahun menggunakan uang tersebut.
Produksi kertas yang telah tumbuh itu, nilainya jatuh yang kemudian mendorong inflasi melambung. Bahkan diketahui setelah itu China tak menggunakannya lagi selama beberapa ratus tahun sesudahnya. Sementara itu, praktik penggunaan uang kertas baru mulai populer kembali di Eropa pada abad ke-17.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)