Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar 10 Saham Top Losers, Ada yang Anjlok hingga 28%

Viola Triamanda , Jurnalis-Sabtu, 27 Mei 2023 |14:06 WIB
Daftar 10 Saham <i>Top Losers</i>, Ada yang Anjlok hingga 28%
IHSG Melemah di Minggu Ini. (Foto; okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 10 saham paling turun sepanjang jalannya bursa sepekan. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 17,23 poin (0,26%) menjadi 6.687.

Dalam sepekan ini terdapat 6 sektor yang menguat yakni nonsiklikal menguat 1,00%, siklikal 2,42%, keuangan 0,09%, properti 0,78%, infrastruktur 0,42%, transportasi 2,41%. Sementara itu sektor yang melemah yakni energi 3,34%, bahan baku 2,37%, industri 0,30%, kesehatan 1,12%, dan teknologi 5,33%.

Berdasarkan data BEI, Sabtu (26/5/2023), Venteny Fortuna International menduduki peringkat pertama dengan pelemahan sebesar 28,87% di level Rp202 dari penutupan pekan lalu di Rp284.

Menyusul VTNY, inilah barisan 10 saham top losers sepekan:

1. PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) turun 28,87% di Rp202 dari Rp284.

2. PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) melemah 27,78% di Rp65 dari Rp90.

3. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) koreksi 27,36% di Rp308 dari Rp424.

4. PT Makmur Berkah Amanda Tbkb(AMAN) tertekan 24,06% di Rp202 dari Rp266.

5. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) melemah 23,33% di Rp69 dari Rp90.

6. PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) turun 22,78% di Rp61 dari Rp79.

7. PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) tertekan 22,42% di Rp128 dari Rp165.

8. PT Pakuan Tbk (UANG) menurun 18,85% di Rp310 dari Rp382.

9. PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) koreksi 18,18% di Rp63 dari Rp77.

10. PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) melemah 17,78% di Rp74 dari Rp90.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement